Kodim Ambon Nyatakan Perang Terhadap Narkoba, Anggotanya Dites Urine

by
Anggota Kodim 1504/Ambon mengikuti sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) di Makodim Ambon, Senin (7/6/2021). FOTO : DOK. PENREM 151/BINAIYA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kodim 1504/Ambon, menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba. Mereka menggelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba (P4GN) yang berlangsung di Makodim Ambon, Senin (7/6/2021).

Sosialisasi P4GN ini diikuti 60 orang anggota jajaran Kodim 1504/Ambon dengan narasumber dari tim Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Maluku.

Dalam sambutannya, Dandim 1504/Ambon, Kolonel Inf D.C. Soumokil menyampaikan terima kasih kepada BNN Provinsi Maluku yang memberikan penyuluhan kepada anggota Kodim 1504/Ambon tentang P4GN.

Menurutnya, sosialisasi P4GN sangat perlu diikuti oleh semua anggota Kodim 1504/Ambon.

Ini penting agar dapat dapat memahami serta diimplemantasikan dalam tugas dengan baik, sehingga bisa bekerja sama dengan instansi terkait dalam rangka pencegahan dan peredaran narkoba.

“Kegiatan P4GN sangat penting, maka semua anggota wajib mengikuti kegiatan dengan baik, sehingga bisa terhindar dari yang namanya narkoba dan keluarga kita juga terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegas Dandim.

Di lokasi yang sama Kabag P2M BNN Maluku Beny Timisela sebagai pemateri menjelaskan, selama tahun 2021 telah melaksanakan tindakan pencegahan dan penangkapan terhadap pelaku pengedar narkoba yang masuk ke Maluku.

Narkotika kata Beny merupakan musuh besar negara, karena dapat merusak generasi muda termasuk di Provinsi Maluku.

“Untuk memberantas peredaran narkoba yang sengaja diedarkan oleh para bandar asing, jenis narkoba yang beredar di Prov Maluku adalah sabu, ganja dan ekstasi,” katanya.

Beny mengatakan, pengguna narkoba dapat merusak kesehatan dan alam sadar manusia  bila suda kecanduan, maka orang tersebut harus di laksanakan rehabilitasi yang panjang, karena butuh pemulihan yang serius agar orang tersebut bisa pulih seperti semula.

“Eskalasi peredaran narkoba di Maluku dari tahun 2009 hingga tahun 2019 mengalami penurunan drastis dan merupakan tanggung jawab  bersama semua pihak termasuk jajaran TNI di Kodim Ambon,” jelas Beny.

Untuk itu Beny berharap para Babinsa yang bertugas di lapangan agar ikut serta dalam pemberantasan dan peredaran gelap narkoba.

Selain sosialisasi juga dilakukan tes urine kepada 60 orang prajurit Kodim 1504/Ambon di Aula Makodim 1504/Ambon dan hasilnya semua negatif dari narkoba. (ALFIAN)