Komunitas Kalesang Belajar Anak Oleh : Ruth Saiya, Pendeta GPM

by
Pendeta Ruth Saiya. FOTO: DOK. PRIBADI

Pendidikan adalah hak yang harus dinikmati oleh semua anak tanpa kecuali. Pendidikan itu berlangsung di sekolah-sekolah, di dalam keluarga dan komunitas/masyarakat. Tujuan dari pendidikan adalah agar anak mengalami perubahan pola pikir karena pengetahuan yang diperoleh, memiliki ketrampilan dan membentuk karakter anak. Itu berarti setelah anak belajar maka ilmu itu dapat ia terapkan dalam hidupnya di rumah, di sekolah dan di masyarakat. Ilmunya tidak mengendap pada lembaran-lembaran nilai yang diperoleh setiap akhir semester atau setiap akhir tahun ajaran. Namanya ilmu hidup.

Sudah 100 hari lebih anak-anak berada di rumah. Sejak pemerintah membuat kebijakkan untuk melindungi warganya maka anak-anak pun turut belajar dari rumah sama seperti orang tua mereka yang juga bekerja dari rumah. Selama berada di rumah proses belajar anak untuk pelajaran yang seharusnya ia dapatkan di sekolah itu tidak maksimal. Ada banyak kendala yang dihadapi oleh anak dan juga orang tua ketika proses belajar itu berlangsung dari rumah.

Pertama, tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk mendidik anak atau mendampingi anak seperti guru di sekolah. Jangan memaksa orang tua untuk menjadi seperti guru di sekolah. Kedua, tidak semua anak memiliki hp android atau laptop dan jaringan internet yang dapat memungkinkan mereka untuk belajar secara online. Ketiga, namanya juga anak-anak, tetap saja mereka rindu untuk belajar dan bermain bersama dengan teman-teman mereka.

Dalam situasi ini, apa yang menjadi skala prioritas dalam pendidikan anak? Tentu 3 aspek penting yang harus dipenuhi bagi pendidikan anak adalah pengetahuan, skill dan karakter. Siapa yang bertanggung jawab agar ketiga hal ini dapat dipenuhi? Mungkin guru disekolah lebih memainkan peran untuk mengisi tabung pengetahuan bagi anak dan ketrampilan anak, sedangkan orang tua dan komunitas termasuk komunitas agama mengambil peran lebih untuk pembentukan karakter anak; yang lebih peduli pada orang lain dan lingkungan, menghargai waktu di rumah dengan baik, termasuk memperkenalkan alam dan proses belajar dari alam kepada anak.

Loading...

Peran komunitas tidak bisa diabaikan dalam menopang pendidikan anak sebab anak-anak selain tinggal di rumah mereka juga berada di tengah komunitas, entah itu desa, lorong atau gang, lembah atau bukit. Komunitas harus didesign sebagai komunitas yang peduli (Kalesang) pendidikan anak. Semua orang harus merasa bertanggung jawab agar tujuan pendidikan bisa tercapai. Misalnya saja komunitas harus memastikan bahwa ketenangan pada saat jam belajar anak di rumah itu terjamin. Di Ambon misalnya, jika jam ibadah itu portal ditutup supaya orang bisa beribadah dengan baik maka begitu pula harus diberlakukan pada saat jam belajar anak. Jika memungkinkan komunitas juga bisa menyediakan wifi gratis bagi anak yang terbatas mendapat akses internet untuk proses belajar online dan sekalian dengan pengawasannya.

Komunitas juga bisa menyediakan buku-buku sebagai sarana belajar anak selain buku yang diwajibkan oleh sekolah atau taman baca komunitas. Anak menjadi cerdas bukan karena buku yang diwajibkan dari sekolah saja tetapi juga dengan membaca buku-buku dengan tema-tema yang lain yang dapat merangsang anak untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya. Jadi anak tidak perlu berkumpul di taman bacaan tapi buku di antar ke rumah anak-anak. Selain itu anak perlu diikutsertakan dalam kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat seperti turut berbagi bahan makanan, termasuk berbagi jaringan internet untuk teman, berkebun, membersihkan lingkungan rumah dan lorong, atau bernyanyi dan bermain music seperti yang dikembangkan oleh Ambon Ukulele Kids atau anak-anak di jemaat Ulahahan.

Jika komunitas-komunitas saling berbagi dengan apa yang dilakukan untuk kalesang pendidikan anak maka sesungguhnya kita semua diperkaya dengan cara-cara kreatif agar tujuan pendidikan anak-anak kita bisa tercapai. Bisa dimulai dari lorong dan gang masing-masing lingkungan tempat tinggal.

Selamat hari anak nasional bagi semua anak Indonesia. Semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Khusus bagi anak-anak di Waringin Pintu, ayo tetap semangat untuk belajar, dimana saja, bersama siapa saja. Biar Covid-19 menghadang kita maju pantang mundur. Semangat juga untuk Tim Kalesang belajar anak JWP, selamat bekerja mewujudkan Komunitas Kalesang Belajar Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *