Komunitas Paparisa Kampus IAIN Gelar Kalesang Literasi

by
Komunitas Paparisa Kampus IAIN Gelar Kalesang Literasi di Kampus IAIN Ambon, Sabtu (17/2).

TERASMALUKU.COM,-AMBON – Cemas akan lemahnya kesadaran literasi bagi anak-anak muda di era milenial ini, membuat sejumlah anak muda yang tergabung dalam Komunitas Paparisa Kampus (Kompak) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, menggelar kegiatan Kalesang (menjaga atau merawat) Literasi. Kalesang Literasi (Katerasi) yang digagas Kompak IAIN bekerja sama dengan Laboratorium Komunikasi Massa Ushuludin dan Dakwah (Uswah) IAIN Ambon ini, mulai berlangsung Sabtu (17/02) lalu.

Kegiatan pertama Katerasi ini digelar seharian, bertempat di Kedai Medium yang terletak di bagian bawah kolong gedung Laboratorium Komunikasi Massa Uswah IAIN Ambon. “Massifnya tontonan segala jenis dan games aneka rupa yang dibawa media berbasis online ikut memperparah ghirah menulis bagi sebagian anak muda yang melek huruf,” ujar Kepala Laboratorium Komunikasi Massa Ushuludin dan Dakwah (Uswah) IAIN Ambon M. Ihwan F. Putuhena, terkait satu salah alasan lahirnya kegiatan Katerasi.

Loading...

Dia menyebut alasan praktis para gamers yang a-sosial dengan games klak-klik-kluk di tangannya, yang kadang menganggap daripada menulis, lebih baik menghabiskan waktu dengan bermain sendiri dan bergembira dengan permainan itu. “Bermodal perangkat dan kuota, asyiklah mereka khusyuk kemasuk menyendiri dengan permainan di genggaman. Padahal pula, jauh-jauh hari sebelumnya, seorang pesohor bernama Malik El-Shabaz alias Malcolm-X yang adalah pejuang diskriminasi terkenal dari Amerika Serikat itu pernah berujar: ‘ The Future Belongs to Whom Prepare it Today ‘. Bermakna: ‘Masa depan menjadi milik mereka yang mengusahakannya hari ini ‘,” papar Ihwan.

Dia menilai, memintal masa depan harus dimulai sedari dini yakni hari ini, besok, lusa, dan seterusnya. Tidak bisa manusia menunggu perubahan datang dari langit. Bukan pula bertepuk dada banyak bicara tanpa aksi apapun demi menyongsong masa depan lebih baik. Ihwan mengingatkan kembali pesan fenomenal legenda peraih Nobel bidang kemanusiaan dari India, Mahatma Ghandi. Beliau pernah menulis: jadilah bagian dari perubahan yang ingin engkau saksikan. Atau, tauladan dari mendiang Pramoedya Ananta Toer, calon peraih Nobel bidang sastra, yang meyakini betul: menulis adalah mengabdi pada keabadian.

Acara Katerasi yang digelar secara sporadis ini, menghadirkan pemateri Zairin Salampessy yang juga adalah seorang jurnalis senior dan fotografer terkenal di Kota Ambon bahkan di Maluku. Sedianya kegiatan ini juga menghadirkan seorang jurnalis senior lainnya, tapi kemudian urung karena berhalangan. Kegiatan literasi tersebut diikuti peserta mahasiswa jurusan jurnalistik dan beberapa pegiat literasi kampus khususnya anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon.

Pesertanya mahasiswa dengan latar beragam tersebut berkisar 25 orang. Setara jumlah untuk peserta kelas ideal luar ruang. “Para peserta kami ajak berdiskusi dan mempraktekkan menulis populer dalam bentuk tulisan feature. Hasil tulisan peserta kemudian dibaca dan saling dikomentari oleh peserta dan oleh saya selaku pemateri,” terang Zairin yang sehari-hari akrab disapa Embong ini.

Menurut Embong, kegiatan literasi tanpa tema ini semula dimaksudkan penggagasnya, Ihwan, adalah tugas pengganti ujian final bagi sebagian mahasiswa jurnalistik pada sebuah kelas khusus. “Namun, menurut Ihwan, karena satu dan lain hal, kegiatan tersebut lalu diundir dan berubah menjadi sebuah kegiatan sporadis,” tuturnya. Seperti halnya Ihwan, Embong katakan, kegiatan ini sporadis karena ghirah menulis saat ini, termasuk di Maluku, menempati urutan di nomor sepatu.

“Kegiatan menulis, sepertinya belum dirasa penting eksistensinya. Padahal, kualitas literasi yang bagus dari suatu kaum menjadi dasar bagi kegiatan bermanfaat lainnya menjadi semakin baik,” timpal Ihwan. Baik Embong maupun Ihwan, berharap lewat Katerasi ini, bisa memperbanyak anak muda terutama mahasiswa yang menggeluti dunia literasi di daerah ini. “Semoga ke depan banyak diantara mereka bisa menghasilkan buku kumpulan tulisan, hasil mereka berproses pada kegiatan Katerasi ini,” pungkas Embong.(ADI)