Kondisi Pantai Dusun Siliha Seram Utara Usai Air Berubah Keruh

by
Sumber: Istimewa

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kondisi laut di Dusun Siliha berangsur membaik. Air laut yang tadinya berwarna coklat keruh kembali normal. Warga sudah ada yang kembali mandi di pantai. Meski beberapa masih merasakan efek gatal dan panas setelah mandi saat kondisi air keruh.

Hal itu dikeluhkan beberapa warga. Clara salah satu warga dusun mengaku, anak-anaknya sempat sakit panas usai mandi di pantai. “Saat itu katong mandi saja airnya masih coklat. Ya karena katong seng tahu ini apa,” akunya kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Kondisi warna air yang keruh memang bukan hal baru. Sayangnya warga Dusun Siliha tidak lekas curiga jika itu limbah. Pasalnya mereka sendiri mengaku minim pengetahuan perihal perubahan warna air.

Lambat laun, kata Clara barulah mereka menyadari jika itu cairan berbahaya yang telah mengkontaminasi pantai mereka.

Nelayan sekitar yang kerap menjaring ikan di depan pantai Siliha juga kena imbat. Mereka harus putar haluan. Ikan-ikan di depan dusun mereka banyak mati pekan lalu akibat dugaan kontaminasi limbah yang berasal dari pabrik kelapa sawit PT. Nusa Ina. Letaknya sekitar 200 meter dari dusun.

Julet Itihuny, kepala pemuda Dusun Siliha pun punya cerita serupa. “Beta dan keluarga sakit perut saat makan ikan abis tangkap di muka pantai,” terang dia.

Julet sering menangkap ikan di pantai dusun. Saat warna air berubah dia masih sempat membuang jaring pada 16 Februari. Ikan hasil tangkapan itu lantas diolah. Sayangnya usai makan perutnya sakit. Itu awal muncul kecurigaannya.

Usai kejadian itu dia unggah dan mendapat banyak respon, saluran yang diduga saluran pembuangan limbah kini ditutup. Kondisi air pantai pun sudah berubah warna. Namun nelayan tetap belum bisa menjaring ikan di lokasi semula.

“Kalau katong mau cari ikan agak jauh. Sekitar 3 kilometer dari dusun. Masih ada orang mandi tapi takut kalau timbunan tanggul limbah jebol,” katanya.

Memang tak banyak warga beraktivitas di sekitar pantai. Julet yang hendak mengambil foto pun sempat ditegur satpam perusahaan. (PRISKA BIRAHY)