Konferensi Musik Indonesia di Ambon Lahirkan 12 Rekomendasi, Ini Isinya

by
Walikota Ambon menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua Konferensi Musik Indonesia (KAMI) Glend Fradly saat penutupan KAMI di Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (9/3) malam. FOTO : DINAS INFOKOM AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pelaksanaan Konferensi Musik Indonesia (KAMI) Pertama  ditutup Walikota Ambon Richard Louhenapessy di Lapangan Merdeka Ambon,Jumat (9/3) malam. Penutupan KAMI  juga sekaligus membuka perayaan Hari Musik Nasional dengan konser  musik dari sejumlah artis ibukota.

Lalu apa yang dihasilkan dari pelaksanaan  KAMI yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini. Ada 12 rekomendasi yang dihasilkan dari KAMI yang berlangsung sejak Rabu (7/3) lalu di Taman Budaya Karang Pajang Ambon. “Konferensi Musik Indonesia di Ambon menghasilkan 12 rekomendasi yang akan kami serahkan kepada Presiden Joko Widodo setelah kami kembali ke Jakarta,” kata Ketua KAMI, Glend Fredly saat membacakan rekomendasi konferensi di Taman Budaya Karang Panjang Ambon, Jumat siang.

Berikut 12 isi rekomendasi Konferensi Musik Indonesia di Ambon  yang dihadiri ratusan musik,pekerja musik se Indonesia ini.

  1. Segara mewujdukan sistem pendataan terpadu musik Indonesia yang melibatkan jaringan data lintas lembaga, kementerian serta pusat-pusat data milik masyarakat dengan mekanisme yang menjamin akses bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang musik Indonesia.
  2. Mengutamakan musik dalam pendidikan nasional dan diplomasi budaya Indonesia untuk memperkaya bentuk-bentuk pemanfaatan musik sebagai ekspresi budaya, aset ekonomi dan pembentuk karakter budaya bangsa.
  3. Meningkatkan apresiasi dan litesi musik melalui penguatan dan standarisais kurikulum pendidkan musik di SD, SMP dan peningkatan kompetensi pengajar musik di sekolah.
  4. Membangun pendidkan musik Indonesia yang relevan dengan konteks lokal setiap daerah di Indonesia guna melahirkan para pekerja musik dan para akademisi musik.
  5. Mendorong terwujudnya keadilan gender dalam musik Indonesia melalui pemberlakukan kalusul yang repsonsif gender dalam kontrak kerjasama dengan musisi sebagiamana yang tercantum dalam peraturan ketenagakerjaan serta pemberlakukan aturan yang melarang kekerasan , pelecehan seksual di ruang-ruang bermusik.
  6. Mendorong terwujdunya sistem dan mekanisme distribusi digital yang memastikan terjaminnya akses yang trasnpasran, berbasis waktu nyata dapat diandalkan dan melindungi karya cipta Indonesia.
  7. Mendorong tewujdunya infrastruktur pertunjukan pendidikan dan produksi musik yang memenuhi standar kelayakan relevan dengan budaya lokal, dan menjamin terwujudnya akses yang meluas, merata dan berkeadilan
  8. Mendorong ekosistem musik etnik melalui pertukaran musisi antar daerah, kepastian keberlanjutan lingungan dan SDM,  serta pemberlakukan mekanisme pembagian manfaat yang layak atas segala bentuk pemanfaatna musik etnik.
  9. Meningkatkan kesejahteraan musisi indonedia melalui pembentukan sistem penentuan tarif royalti nasional, mekanisme pembagian royalti yang berkeadilan, sistem pemantuan, mekanisme penegakan hukum atas setiap pelanggaran Hak intelektual musisi serta penetapan standar upah minimum musisi.
  10. Mendorong peningkatan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap musik indo melalui penyebarluasan wawasan sejarah msuik dan kredit yang dimotori oleh jurnailsem musik yang profesional.
  11. Meningkatkan kapasitas dan profesional para pemangku kepntingan di bidang musik dengan memperbanyak jumlah lembaga pendidkan dan manajemn music, serta sinkronisaia lembaga setifikasi kompetensi, dan profeis di bidang musik yang mengacu pada kondisi Indonesia.
  12. Mendorong terwujudnya tata kelola industri musik di Indonedia masa depan dengan peningkatan professional manajeman musisi label, dan penerbit musik melalui pembagian peran yang jelas guna mendorong kreatifitas dan produktivitas musisi. (ADI)