Koordinasi Layanan Primer, Pemkab SBT Pastikan Layanan Primer Berbasis Teknologi

by
BPJS Kesehatan Kabupaten SBT bersama jajaran dinas terkait di Kabupaten SBT menggelar rapat koordinasi , Selasa (10/3/2020). FOTO : HUMAS BPJS KESEHATAN AMBON

TERASMALUKU.COM,-BULA-Dalam rangka optimalisasi pemeliharaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan yang meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Salah satu upaya peningkatan dan evaluasi layanan kesehatan adalah dengan optimalisasi fungsi layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) melakukan koordinasi dalam memastikan pelayanan primer di Kabupaten SBT lebih baik lagi khususnya dalam hal digitalisasi. Rapat koordinasi berlangsung di Kota Bula, Kabupaten SBT,  Selasa (10/3/2020) dan dihadiri pihak BPJS Kesehatan Kabupaten SBT, Dinas Kesehatan Kabupaten SBT, dan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten SBT.

Rapat koordinasi BPJS Kesehatan dengan Pemkab SBT

Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten SBT, Punira Kilwalaga mengungkapkan, terdapat kendala belum semua puskesmas di wilayah Kabupaten SBT dapat mengakses jaringan komunikasi data (jarkomdat). “Dari sembilan belas puskesmas, hanya delapan yang dapat mengakses jarkomdat, sisanya lima puskesmas mengalami gangguan jarkomdat dan enam puskesmas lainnya belum terpapar jarkomdat,” ungkap Punira.

Loading...

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten SBT Jemmy Turukay menambahkan, minimnya Puskesmas yang dapat mengakses jarkomdat dapat menghambat operasional Puskesmas.

“Minimnya puskesmas yang terpapar Jarkomdat ini berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan laporan pelayanan yang dilakukan oleh puskesmas. Mulai dari tidak diketahuinya status aktif atau nonaktif peserta JKN-KIS yang berobat dipuskesmas, laporan Kunjungan Rujukan yang masih manual, sampai Klaim Non-Kapitasi yang terlambat karena jarak dari puskesmas untuk mendapatkan Jarkomdat yang jauh,” imbuh Jemmy.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten SBT,  M. S. Kilwarany mengapresiasi upaya BPJS Kesehatan dalam melibatkan Diskominfo SBT dalam kegiatan tersebut. Menanggapi terkait kendala jarkomdat, Kilwarany menyatakan bahwa pihaknya siap membantu mengatasinya. Pada tahun 2020 ini pemasangan perangkat jarkomdat akan diprioritaskan pada puskesmas yang belum tersentuh jarkomdat.

“Kami siap membantu, tahun 2020 ini pemasangan jarkomdat akan diprioritaskan pada puskesmas yang belum tersentuh sama sekali. Sekarang kan sudah Era Rvolusi Industri 4.0, jarkomdat sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Tahun ini juga merupakan time limit untuk sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi,” tandasnya.

Ia juga meminta agar segera diberitahukan apabila ada puskesmas yang mengalami gangguan jarkomdatnya. “Saya harap dari dinas kesehatan ataupun puskesmas dapat melaporkan atau memberitahukan jika ada kendala pada jarkomdatnya. Kami juga siap menambah bandwith jika diperlukan,” kataya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *