Kota Ambon Juara Umum Kejurprov Panjat Tebing

by
Ketua Umum Pengprov FPTI Maluku M. Azis Tunny menyerahkan hadiah kepada pemenang kejuaraan Panjat Tebing, Minggu (22/10). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

 

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kota Ambon berhasil menyabet juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Maluku 2017 yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku, 19 hingga 21 Oktober. Juara umum diraih Kota Ambon setelah menyapu bersih sembilan medali dari 12 medali yang diperebutkan dalam kompetisi ini. Sebanyak 32 atlet dari lima Pengcab FPTI Maluku  yang ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Kota Ambon yang menjadi juara umum menurunkan 13 atlet dan   bertanding di semua kelas lomba.

Kategori yang dilombakan dalam kejuaraan ini adalah Lead Perorangan Putra, Lead Perorangan Putri, Speed Klasik Perorangan Putra, dan Speed Klasik Perorangan Putri.  “Meskipun pertandingannya kompetitif, namun Kota Ambon berhasil meraih juara di semua kelas dalam kejuaraan kali ini,” kata Ketua Umum Pengprov FPTI Maluku M. Azis Tunny kepada pers, Minggu (22/10).

Dikatakannya, Kejurprov Panjat Tebing Maluku 2017 digelar di dua lokasi yang berbeda. Untuk kategori lead (rintisan) pihaknya menggunakan dinding panjat milik Yonif Raider 733/Masariku. Sementara kategori speed (kecepatan),klasik menggunakan dinding panjat milik Kampus Universitas Pattimura Ambon.

Menurut Azis, pihaknya akan mengupayakan memiliki sarana panjat tebing sendiri, sehingga kedepan bisa memaksimalkan pembinaan atlet daerah. “Untuk pembinaan dan prestasi kedepan sebaiknya FPTI memiliki dinding panjat tebing sendiri mengingat potensi atlet di daerah ini sebenarnya cukup besar. Kami berharap ini mendapat perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, atlet-atlet yang mengikuti Kejurprov Maluku  ini akan diseleksi kembali untuk diikut-sertakan dalam Kejuaraan Nasional Panjat Tebing tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Yogjakarta November mendatang.  “Untuk beberapa kelas, atlet panjat tebing Maluku sudah siap untuk bertanding di kompetisi tingkat nasional. Maluku sudah siap mengikuti Kejurnas 2017 yang akan dilaksanakan di Yogjakarta nanti,” tandasnya.

Ia menambahkan, Kejurprov Panjat Tebing Maluku 2017 ini terlaksana sebagai implementasi dari program kerja FPTI. “Sejak FPTI terbentuk dua tahun lalu, ini Kejurprov pertama yang kami laksanakan dan setiap tahun akan dilaksanakan sebagai wadah pencarian bibit-bibit atlet olahraga panjat tebing di daerah,” katanya.

Menurut Azis, dari komunikasi pihaknya dengan KONI Maluku, kedepan panjat tebing akan masuk dalam cabang olahraga yang dilombakan di Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) tahun 2018 yang rencananya dilaksanakan di Kabupaten Buru dan Buru Selatan. “Kami sudah terdaftar sebagai anggota KONI Maluku sejak dua tahun lalu, dan sudah melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk enam Pengcab di enam kabupaten/kota di Maluku. Insya  Allah kita akan menambah lagi Pengcab dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Azis menjelaskan, cabang olahraga panjat tebing yang juga dilombakan di Pekan Olahraga Nasional (PON) ini bisa menjadi lumbung medali karena mempertandingkan 18 kelas dan memperebutkan sebanyak 54 medali. Olahraga yang menguji adrenalin ini terbagi menjadi tiga disiplin, yaitu kecepatan (speed), boulder (jalur pendek), dan rintisan (lead).

“Saya menargetkan kedepan olahraga panjat tebing menjadi salah satu olahraga unggulan Provinsi Maluku di pentas olahraha nasional selain tinju, atletik dan dayung. Tapi untuk mewujudkan itu, tentu kami juga membutuhkan dukungan dari KONI dan Pemerintah Provinsi Maluku. Kejurprov 2017 ini kami laksanakan secara swadaya karena tidak bisa menunggu-nunggu lagi. Sudah saatnya olahraga panjat tebing Maluku bangkit dan berjaya” tandasnya. (IAN)