KPU Maluku Gelar Apel Gerakan Coklit    

by
Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun memimpin apel kesiagaan gerakan Coklit data pemilih di halaman Kantor KPU Maluku, Sabtu (20/1) pagi

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar apel kesiapan gerakan  pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih yang berlangsung di halaman Kantor KPU Maluku, Sabtu (20/1) pagi. Apel yang  dipimpin langsung Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun ini diikuti komisoner KPU Maluku, KPU Kota Ambon, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS)  dan puluhan  Petugas Pemutahira Data Pemilih (PPDP).

Apel kesiapan ini untuk mengawali pelaksanaan gerakan  Coklit yang berlangsung  secara nasional. Selama  gerakan coklit  itu PPDP  akan melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih dari rumah ke rumah (door to door). Pada apel itu juga, Kubangun melepas petugas yang akan melakukan Coklit.

Loading…

Kubangun mengungkapkan,  petugas yang dilibatkan dalam gerakan coklit serentak itu terdiri dari PPDP, PPK, PPS serta juga melibatkan komisioner KPU  tingkat provinsi hingga  komisioner KPU kabupaten/kota se Maluku.

“Sebanyak 3.797 PPDP, anggota PPS dan PPK dan komisoner KPU se Maluku dikerahkan untuk gerakan Coklit data pemilih. Data pemiih  Provinsi Maluku hasil perbaikan dari Kementerian Dalam Negeri yang  Berjumlah 1.278.857,” kata Kubangun.

Kubangun mengungkapkan, dalam proses Coklit selain melakukan pemeriksaan data pemilih dari rumah ke rumah, PPDP juga memberikan pendidikan atau edukasi politik berbasis keluarga sehingga partisipasi pemilih saat Pilgub Maluku meningkat.

Pihaknya mengimbau agar seluruh warga untuk berpartisipasi pada gerakan kegiatan coklit data pemilih yang akan digelar 20 Januari hingga 18 Februari 2018 itu. Karena proses Coklit ini menentukan pemilih terdaftar atau tidak dalam Pilgub Maluku 27 Juni 2018.    “Warga diminta menyiapkan KTP  Electronik dan Kartu Keluarga untuk Dicoklit  dengan data pemilih yang akan dilakukan petugas,” katanya.

Kubangun juga minta petugas yang melakukan Coklit untuk memastikan pemilih yang belum terdaftar seperti  pemilih pemula, purnawiran TNI/Polri  didata. Sebaliknya pemilih yang sudah menjadi anggota TNI/Polri dan meninggal dunia  tidak dimasukan dalam daftar pemilih.

“Jumlah pemilih Provinsi Maluku  hasil perbaikan yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri setelah dilakukan Coklit, jumlahnya bisa bertambah bisa juga berkurang,” kata Kubangun. Usai memimpin apel dan melepas petugas Coklit, keluarga  Kubangun langsung didata oleh  PPDP di rumahnya kawasan Galunggung Kota Ambon  (ADI).