Kredit UMKM di Maluku  Meningkat, Namun Alami Perlambatan

by
Kepala OJK Provinsi Maluku Bambang Hermanto memberikan keterangan pers. DOK. (TERASMALUKU.COM)

AMBON-KEPALA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Bambang  Hermanto mengungkapkan penyaluran kredit Usaha Mikro Kredit Menengah (UMKM) di Provinsi Maluku pada Februari 2017 tercatat meningkat, namun melambat dibandingkan pada Januari 2017.

Ia menyatakan pada Februari terjadi peningkatan sebesar 2,64 persen atau sebesar Rp. 62,78 juta.  “Namun pertumbuhan UMKM melambat dibandingkan Januari 2017 sebesar 4,28 persen,” kata Hermanto kepada wartawan  di Kantor OJK Maluku, Selasa (25/4).

Ia menjelaskan, kredit UMKM masih di dominasi kredit usaha kecil sebesar Rp. 1,05 miliar, diikuti oleh kredit usaha mikro sebesar Rp. 774,50 juta dan kredit usaha menengah sebesar Rp. 618,39 juta. Bambang  mengatakan, secara umum penyaluran kredit perbankan di Provinsi Maluku pada Februari 2017 juga meningkat 9,03 persen atau senilai Rp. 802,27 miliar. Penyaluran ini sedikit melambat dibandingkan Januari 2017 yang tercatat sebesar 9,66 persen.

“Peningkatan tersebut masih didukung oleh pertumbuhan kredit di beberapa sektor ekonomi produktif, terutama sektor pertambangan dan penggalian. Selain itu juga terdapat peningkatan yang cukup signifikan di sektor pertanian, perburuan dan kehutanan,” katanya.

Bambang juga mengatakan, meskipun sektor perdagangan besar dan eceran belum menunjukan pertumbuhan yang dominan, namun dari tiga sektor ekonomi yang tumbuh paling signifikan, sektor industri pengolahan mencerminkan kegiatan sektor riil yang menghasilkan produk dengan nilai tambah semakin meningkat.

“Kondisi ini menunjukan kualitas dari risiko kredit di Provinsi Maluku semakin membaik dan diharapkan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bambang.

Ia menambahkan, berdasarkan daerah penyaluran kredit, Kota Ambon masih menduduki peringkat teratas diikuti Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi ini tidak berubah dibandingkan dengan Januari 2017. Sementara pertumbuhan kredit tertinggi masih dipegang oleh kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). (IAN)