Krisis Air Bersih PDAM Ambon Bakal Cari Sumber Galian Baru

by
Ilustrasi: Krisis air bersih di Kota Ambon akibat kemarau panjang, kebakaran hutan juga pembangunan perumahan di kawasan sumber air, (5/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Warga di beberapa lokasi di Kota Ambon alami krisis air bersih. Air PDAM pun makin tersendat, apalagi bagi mereka yang tinggal di dataran tinggi atau di kawasan bergunung.

Ada yang sampai harus mengirit air lantaran air baru berjalan setiap dua hari sekali. Jumlahnya pun tidak banyak. Beruntung bagi mereka yang memiliki sumur bor, namun sebagian besar yang andalakan PDAM harus rela menunggu.

Seperti di kawasan Desa Batumerah Kecamatan Sirimau Kota Ambon. “Sudah seng jalan beberapa hari. Katong sampe mandi di tetangga yang punya sumur bor. Paleng susah,” ujar Rahman, warga di Jalan Dr. Tarmizi Desa Batumerah.

Dirinya yang masih berstatus mahasiswa mengaku kesulitan setiap hendak berangkat ke kampus. Dia terpaksa menumpang mandi di kos atau rumah teman yang menggunakan mesin pompa air. Kondisi itu kian parah selama sebulan ini. Begitu juga di kawasan Galunggung, mengalamai hal serupa. Jangankan mandi untuk kebutuhan memasak dan minum, warag harus cermat berhemat.

Tak jarang mereka terpaksa membeli air dari tangki mobil yang dipesan datang ke komplek perumahan. “Kalau ada uang ya beli. Karena air paling susah. Sudah begini setiap musim panas. Yang tinggal dekat bak penampung saja susah air,” ujar Gandhi.

Bahkan beberapa hari lalu ada mobil tangka air dari BPBD yang membawa air untuk disalurkan ke warga. Itu dilakukan atas permintaan warga setempat yang sudah tidak lagi dialiri air selama hampir seminggu.

Krisis air bersih ini sudah menjadi langganan di Kota Ambon. Pada hampir tiap musim kemarau tiap tahun pasti ada saja kawasan yang alami krisis air bersih. Direktur PDAM Ambon, Apong Tetelepta membenarkan hal itu. “Musim kemarau jadi debit air turun,” jelasnya.

Maka tak heran warga yang tinggal dengan sumber air dan bak penampung PDAM pun sama sulitnya dengan di wilayah lain. Biasanya air dari PDAM yang disalurkan ke warga ada sekitar 6.000 meyer kubik perhari. Namun di musim seperti saat ini jumlah pasokan berkurang hingga 50 persen. Solusinya ada pembatasan jatah air bersih ke warga. “Pasokan air bersih ke warga pelanggan menurun makanya kita batasi,” sebutnya.

Kejadian kebakaran besar di kawasan Kampus IAIN Ambon, Halong hingga Siwang juga jadi faktor penyebab turunya debit air. Pohon-pohon di hutan yang biasanya menyimpan air tanah ikut hangus sehinga taka da lagi stok penyimpanan. Begitupun dengan aktifitas pembangunan di kota yang kian menuju pucuk.

Warga berlomba-lomba mencari lokasi lapang dan berada di atas gunung. Padahal wilayah tersebut dijadikan cadangan sumber air. Maka tak heran makin lama Ambon bisa benar-benar kekurangan air berkepanjangan. Untuk itu saat ini pihaknya berencana mencari sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan. (PRISKA BIRAHY)