Kualitas Beras Lokal Masih Longgar, Bulog Dorong Untuk Serap Lebin Banyak

by
Kadivre Bulog Maluku Muhammad Taufiq mengaku terus berupaya menyerap semaksimal mungkin beras petani lokal Pulau Buru, (18/9). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Perum Bulog terus berupaya menyerap sebanyak mungkin beras hasil panan petani lokal. Sayangnya hal itu belum maksimal. Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara mengaku standar kualitas beras di tingkat petani masih longgar.

Pulau Buru menjadi lumbung penghasil beras di Maluku. beras-beras dari bumi bupolo itu merupan salah satu yang terbaik dari kelas lokal. Hanya saja kualitas hasil belum bisa konsisten. Apalagi ada banyak faktor kendala yang menghalangi proses produksi petani. Misalnya curah hujan, tanah, air, alat panen hingga kebutuhan pasca-panen.

Hal itu dingkapkan Kadivre Bulog Maluku, Muhammad Taufiq kepada Terasmaluku.com di gudang bulog Halong saat launching bansos beras. “Perum bulog memang sangat mengharapkan agar produksi petani lokasl di Buru bisa maksimal. Manfaatnya kan kita bisa berdayakan petani dan kesejahteraan mereka juga. Cuman kan ada persyaratan untuk lakukan penyerapan. Kan beras harus disimpan lama,” terang Taufiq.

Itu tertuang dalam Inpres no 3 tahun 2007 tentang Perberasan kualitas beras untuk pembelian oleh bulog. Kadar air maksimum 14 persen dan butir patah (broken) maksimum 20 persen. Tiga persyaratan lain yang diterapkan Bulog untuk pengadaan yakni derajat sosoh mencapai 95 persen, beras kuning maksimum tiga persen dan kandungan menir maksimum dua persen.

Loading...
Kualitas beras yang dikemas bulog untuk didistribusikan ke masyarakat

Tahun ini pihaknya menargetkan penyerapan beras dari petani lokal 1300 ton. Beras-beras itu lantas disimpan di gudang terlebih dulu sebelum nantinya didistribusikan. Karena itu kualitas beras perlu dijaga agar tidak busuk saat masuk penyimpanan.

“Kita hanya minta 10 persen dari nilai produksi. Harga jual dari petani juga jadi faktor. Kita lakukan pembimbingan buat petani terkait standar jika ingin ada penyerapan tinggi. Proses pasca-asca panen itu penting, proses giling dan lain-lain,” lanjut dia.

Dirinya berharap petani terus berakselerasi agar beras lokal penuhi kuota penyerapan besar. Petani pun dapat merasakan manfaatnya. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *