Kue Manto Khas Banda, Si Gurih Nikmat Buat Berbuka

by
Manto, cemilan khas Banda Naira yang bisa dijumpai selama ramadhan di pusat kuliner Masjid Al Fatah Ambon, Jumat (8/6/2018). FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Bagi para penikmat kuliner, bulan ramadhan adalah momen yang pas untuk menyicipi berbagai jenis panganan. Jalan depan Masjid Raya Al Fatah Ambon sudah menjadi pusat kuliner dan jajanan selama bulan puasa. Kita bisa menemuai berbagai kue fusion maupun tradisional di sana. Salah satunya kue gulung seperti panekuk yang diberi taburan bawang goreng dan santan kental.

Kue ini memang termasuk yang susah didapat di luar bulan ramadhan. Namanya kue manto. Manto atau yang disebut juga mento merupakan cemilan tradisional dari Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Manto, sejenis risol dengan kulit luar seperti kulit panekuk atau pancake dengan isian berupa ikan cakalang Banda dan kentang. Bagian atas manto cuga dibubuhi dengan potongan daun sup dan bawang goreng. Meski beberapa penjual ada yang mengganti dengan daging.

Yang membikin kue ini beda yakni tambahan toping santan kental. Ini adalah yang wajib. Manto memang selalu diburu penikmat kuliner. Seperti pada Jumat (8/6/2018) sore di depan Masjid Raya Al Fatah Ambon. Banyak warga yang antri membeli manto di sebuah warung. “Pada saat mau makan disiram pakai santal kental yang gurih,” ujar Ivon Silitonga seorang penikmat kue khas Banda itu.

Di daerah asalnya, Banda Naira, Kepulauan Banda manto menjadi kue yang menjadi makanan favorit warganya terutama di bulan puasa. Kue Manto sejatinya juga bisa dijumpai di beberapa daerah lain. Seperti di Sumenep Madura. Manto pun menjadi panganan khas di sana. Ada pula yang membuat manto dengan cara dikukus menggunakan daun pisang yang disebut Bongko Mento.Yang membuat beda ada pada rasa gurih santan dan ikan cakalang Banda nan segar yang tak bisa ditawar lagi kenikmatannya. (BIR)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *