La Ode Arham, Si Penolong yang Belum Ditemukan

by
La Ode Arham, petugas navigasi Pelabuhan Namlea yang lakukan aksi heroik menolong korban jatuh dari KM. Tidar hingga kini belum ditemukan jasadnya di Laut Banda (16/7). FOTO: istimewa

 

TERASMALUKU.COM,AMBON,  – Dua penumpang yang jatuh dari KM. Tidar punya cerita lain. La Ode Arham seorang petugas navigasi yang lakukan aksi heroik menolong korban malah hingga kini belum ditemukan tubuhnya.

Pria 48 itu merupakan penumpang kapal yang sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Namlea Pulau Buru menuju Kota Ambon. Saat kejadian pada Senin (15/7/2019), Arham

melihat ada seorang penumpang bernama, Lahamuli seperti mau melompat dari buritan kapal. Arham bergegeas menolongnya. Dari arah dek, dia membujuk Lahamuli agar tidak melompat. Penumpang lain yang menyaksikan pun ikut membujuknya.

Lahamuli, pria 34 tahun itu lantas mendekat ke Arham lalu memegang tangannya dengan isyarat menghentikan aksi bodohnya itu kemudian turun dari buritan.

Nahas, usai menasihati korban, Arham malah terjatuh bersama Lahamuli ke dalam laut akibat beban tubuh korban yang terlalu besar.

Dalam video amatir penumpang juga terlihat angin bertiup cukup kencan pada bagian belakang kapal. “Arham juga berpegang di besi tapi karena tidak kuat mereka berdua jatuh ke laut,” jelas Kepala Basarnas Ambon, Muslimin.

Penumpang histeris melihat kejadian sekitar pukul 15.50 itu. La Ode Arham, jatuh bersama Lahamuli yang hendak melompat ke Laut Banda. Kapten KM. Tidar pun memutar kapal untuk mencari korban dan Arham petugas navigasi yang melakukan aksi heroik menolong seorang penumpang asal Bau-Bau tujuan Manokwari itu.

loading...

Pada 16.23 pencarian membuahkan hasil. Sayangnya, petugas di kapal hanya menemukan tubuh Lahamuli. Sedangkan petugas navigasi yang menolongnya hingga kini belum ditemukan.

Muslimin, mengatakan pada pencarian hari pertama Selasa (16/7/2019), tim belum menemukan tubuh Arham. Tim SAR Ambon, Pol Air Polda Maluku serta SROP Ambon menggunakan dua unit perahu mesin untuk lakukan pencarian.

“Harapannya hari ini ditemukan. Kalau tidak esok lanjut pencarian mengingat kondisi ombak dan hujan,” jelasnya. Tubuh korban pun diperkirakan telah menjauh dari titik akhir yang diperkirakan. Pergerakan arus diprediksi telah membawa korban ke arah barat, Namlea. Pencarian hari ini dilakukan di sekitar Pulau Tiga.  (PRISKA BIRAHY)

 

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *