Lagi Kejahatan Di JMP, Pemkot Belum Kantongi Izin Akses Rekaman CCTV

by

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Hingga kini kejelasan pemasangan kamera CCTV di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, masih kabur. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terganjal izin dari Kementerian PUPR untuk mengakses rekaman agar keamanan jembatan dapat dipantau.

Dalam keterangan pers Selasa (24/8/2021) siang, Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan telah membahas perihal tindak kejahatan secara berkala di jembatan terpanjang di Indonesia Timur itu.

“Saya sudah bersurat beberapa kali, dua kali untuk minta izin. Saya sudah bersurat secara resmi ke PU untuk minta dipasang CCTV bahkan minta nganti lampunya, tapi memang izin yaitu bukan di balai tapi pusat,” kata Richard.

Tindak kejahatan di JMP terhitung sudah yang ke-8 kali sesuai liputan redaksi. Yang terbaru adalah peristiwa pembunuhan dengan korban dibuang ke bawah JMP. Mayatnya lalu ditemukan pagi hari pada tiang struktur jembatan.

Sementara pihak kepolisian hanya bisa melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti tanpa ada rekaman CCTV sebagai bukti rekaman.

Rekaman video dapat dijadikan pegangan untuk menguak secara detil semua peristiwa yang terjadi. Hanya saja sudah kesekian kali upaya kepolisian dan Pemkot Ambon meminta izin tidak terkabulkan.

Walikota juga membenarkan jika perizinan harus melalui Kementerian PUPR. Sementara Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Maluku sebagai pelaksana lapangan tidak memiliki kewenangan.

Maka bisa dipastikan rekam jejak kejahatan juga kebuntuan detil kejadian terganjal perizinan.

“Kalau untuk pasang pos di JMP juga haruan izin. Kita (Pemkot) siap saja bangun. Tapi kalau sudah bangun siapa yang isi itu juga harus diperhatikan,” ucap Richard.

Dia memastikan akan kembali mengecek surat permohonan izin akses rekaman CCTV di JMP kepada Kementerian PUPR dalam waktu dekat.

Saat ini memang sudah ada sejumlah CCTV di sepanjang JMP. Namun itu diperuntukkan bagi kebutuhan Balai Jalan dan Jembatan. (PRISKA BIRAHY)