Lagi, Korban Jatuh Trotoar Licin Harus Terima 46 Jahitan di Kaki

by
Korban terpeleset di trotoar licin Jalan A.Y Patty alami luka dalam dengan 46 jahitan di kaki kanan, (22/6). FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Usai ada yang terpeleset hingga alami luka di kepala, kini bertambah lagi korban lain. Kali ini seorang pria terpeleset lantas masuk ke dalam lubang drainase yang dibiarkan terbuka usai pengerjaan trotoar.

Yapi Soplanit harus menerima 46 jahitan di kaki bagian depan dekat tulang keringnya. Dia pun sempat berkomentar di salah satu akun media sosial.

Di situ dia menyebut trotoar licin bikinan Dinas PUPR Provinsi Maluku itu membuat dirinya harus mendapat penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD).

Lubang drainase depan toko komputer kini ditutup sementara oleh juru parkir dan tegel yang patah usai korban terperosok

“Tadi malam ada yang jatuh sampai dia isi kaki tabuka. Beta yang lihat sendiri kejadian itu,” ujar Lukman salah seorang pekerja di kawasan Jalan A.Y. Patty kepada Terasmaluku.com, Selasa (22/6/2021).

Menurut pengakuan Lukman, Yapi usai berbelanja dan hendak menuju motor. Namun dia terpeleset sampai masuk ke dalam saluran. Kakinya membentur pinggiran tegel yang tajam hingga akibatkan luka yang dalam.

“Ini tehel sampai pica karena laki-laki itu jatuh lalu tatoki. Beta yang lia sampai ngeri, dapa liat daging di kaki,” cerita Lukman dengan raut wajah ngeri. Berikut kronologis kejadian dari isi percakapan bersama wartawan.

Kira-kira pukul (19.00 -19.30). Beta bersama istri dari rumah hendak pergi ke salah satu toko komputer untuk belanja salah satu print.

Sesampainya di sana beta berbelanja dan keluar dari toko tersebut. Selang beberapa menit istri duluan jalan dan beta ikut dari belakang. Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan gerimis dan tegel trotoar agak licin.

Beta coba berjalan pelan-pelan tapi apa mau di kata. Beta coba menghindar (licin) tapi beta malah masuk dalam lubang selokan yang di depan toko. Akhirnya beta masuk dalam. Beta coba paksa diri untuk naik dari dalam lobang.

Saat terjatuh, Yapi dalam posisi sedang memegang printer. Dia lantas berusaha keluar dari lubang tanpa ada rasa apapun. Namun nyilu dan nyeri seketika dirasa saat tiupan angin menyambar kakinya.

“Awalnya beta seng rasa apa-apa. Tapi ketika kaki kena angin, lalu terasa nyeri dan ngilu. Beta coba cek, ternyata beta pung kaki mengalami robekan yang cukup parah,” katanya.

Beta coba bilang beta istri panggel orang-orang yang ada di sekitar. Tapi saat itu kondisi hujan jadi memang agak sunyi. Mobil yang lewat pun juga dengan kecepatan tinggi. Akhirnya beta coba pksa diri untuk berteriak minta tolong. Dan saat itu ada tukang parkir yang melihatnya. (Jaraknya bisa -/+ 50 mtr dr b.)

Lalu dengan hati dermawan dia (jukir) mau antr beta pake beta motor.Tapi saat itu juga beta pung sepupu ada lewat, langsung dengan siap antar ke RS GPM.

Kondisi korban dengan luka Robek di kaki usai terpeleset dan jatuh di lubang drainase

Sesampainya di UGD, Yapi lantas mendapat tindakan medis. Robekan di kaki kanan bagian depan bagian depan itu harus disatukan dengan 46 jahitan.

“Dokter yang periksa juga bilang kalau trotoar ni su makan banya korban. kemarin-kemarin ada pica kepala juga,” ungkapnya.

Biaya menjahit kaki selama dua jam dan obat-obatan sekitar Rp 1,5 juta. Yapi pun diminta untuk rawat jalan sampai luka di kakinya sembuh.

“ Harapan beta. Mari pemerintah berbenah akang trotoar ni jua.  Su banyak yg memakan korban. Selokan yang di tengah itu tolong tutup jua pakai pengaman supaya aman,” harap Yapi. (PRISKA BIRAHY)