Laku Pandai, Layanan Keuangan Jitu di Maluku

by
Warga Melakukan Transaksi Melalui Agen Laku Pandai Abdul Kadir Drakel di Desa Liang

Rahma Renwaren kini bernapas lega. Kecemasannya bakal berhenti jualan makanan karena tak ada modal terobati, setelah mendapatkan kucuran kredit dari agen Laku Pandai Abdul Kadir Drakel, BRILINK di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Kredit usaha rakyat (KUR) yang diterima Rahma, digunakan sebagai modal usahanya membuat aneka makanan ringat, seperti keripik pisang. Kini ibu empat anak ini tiap hari tenang berjualan makanan di kapal fery penyebrangan rute Pelabuhan Hunimua Desa Liang dan Pelabuhan Waipirit Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
“Dulu hampir berhenti berjualan karena tidak ada uang lagi, tapi syukurlah setelah mendapat kredit dari agen Laku Pandai, bisa buat modal melanjutkan usaha kecil – kecilan saya,”katanya.
Berkat modal KUR itu pula, pendapatan hasil penjualan makanan ringan, wanita berusia 54 tahun ini makin bertambah, sehingga dapat menghidupi ekonomi keluarganya. Sebagian pengasilan dari penjualan itu untuk membayar cicilan kredit di agen Laku Pandai, sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan hidup keluarga.
Rahma tidak sendiri, ada 50 warga lainnya di Desa Liang mendapatkan kucuran kredit usaha mikro dari tempat yang sama. “Jumlah warga peserta kredit ada 50 orang. Ada yang kredit untuk usaha makanan, jualan sembako. Ada juga untuk usaha pertanian dan perikanan,” kata Abdul Kadir Drakel, pemilik agen Laku Pandai itu.
Laku Pandai adalah layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak hanya layanan kredit, agen Laku Pandai Drakel itu juga melayani transaksi keuangan lainnya. Seperti setoran tunai, tarik tunai, buka tabungan, transfer hingga pembayaran rekening dan beli pulsa listrik. Pada Selasa (24/5) sejumlah jurnalis mengunjungi agen Laku Pandai Drakel, dalam rangkaian kegiatan pelatihan jurnalis sektor jasa keuangan yang digelar OJK sejak Senin (23/5) hingga Selasa (24/5).
Di agen Laku Pandai Drakel itu, suasananya ramai. Untuk transaksi keuangan, warga harus antri di ruangan berukuran lima kali tujuh meter itu. Tidak hanya warga, ada sejumlah PNS juga ikut antri. “Untungnya sudah ada agen Laku Pandai, kita tidak perlu ke kantor bank yang jauh, datang saja di sini, bisa transaksi keuangan kapan saja,” kata Ratna Rehalat, guru SMP Negeri 4 Salahutu.
Ia mengaku sangat terbantu dengan agen Laku Pandai ini. Mudah bertransaksi, apalagi tiga anaknya kuliah di Jakarta yang tiap waktu membutuhkan uang. Desa Liang ini menjadi pintu keluar masuk ke Kota Ambon dengan tiga kabupaten lainnya di Pulau Seram lewat jalur kapal fery. Sehingga kehadiran agen Laku Pandai Drakel sangat membantu warga mendapatkan akses pelayanan keuangan yang cepat.
“Saya kalau mau ke Pulau Seram tidak perlu lagi ke kantor bank di Kota Ambon yang jauh, hanya datang tarik uang di agen Laku Pandai saja, urusan kita jadi cepat dan tidak mengeluarkan uang transpor ke kota lagi,” kata Mansur Lessy, nasabah di Laku Pandai itu.
Menurut Drakel, dalam sebulan ada 50 hingga 60 nasabah baru yang bertransaksi. Ada yang setoran tunai, tarik tunai, buka tabungan, transfer hingga pembayaran rekening dan pembelian pulsa listrik dengan nilai transaksi sampai satu miliar rupiah lebih. Karena ramai itu juga, Drakel memberdayakan dua anaknya membantu mengelola agen Laku Pandai itu.
“Kalau di sini lumayan ramai, nilai transaksinya ratusan juta rupiah perbulan, bahkan melebihi satu miliar dalam sebulan,” tutur Drakel. Menurut guru SD Inpres Lengkong Desa Liang ini, dibutuhkan modal awal Rp 40 juta lebih untuk menjalankan bisnis keuangan ini. Kini penghasilannya terus bertambah. Dalam sebulan keuntungannya bisa melebihi Rp 10 juta, belum termasuk bonus dari BRI jika nilai transaksinya besar.
Selain agen Laku Pandai Drakel, jurnalis juga mengunjungi agen Laku Pandai Demiati Rakib milik BNI di Waiheru Kecamatan Teluk Ambon. Meski baru sebulan, agen Laku Pandai Demiati ini mulai didatangi warga bertransaksi. Nilai traksaksi juga sudah mencapai ratusan juta rupiah. “Tapi di sini belum melayani kredit, masih baru. Kami terus mensosialiasasi jasa layanan keuangan ini kepada warga, agar bermanfaat bagi warga,”kata Demiati.
Data dari OJK menyebutkan, saat ini ada 208 agen Laku Pandai di Maluku. 158 agen milik BRI, 50 lainnya milik BNI. Dari sebelas kabupaten dan kota se Maluku, ada empat daerah yakni, Kota Tual, Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Maluku Barat Daya belum memiliki agen Laku Pandai.
Kepala OJK Maluku Bambang Hermanto menyatakan, pihaknya memprioritaskan agen Laku Pandai dibuka di daerah – daerah terpencil agar memberikan kemudahan bagi warga mendapatkan layanan akses keuangan. Sebagai daerah kepulauan yang minim kantor bank, program Laku Pandai sangat cocok diterapkan di Maluku.
Dengan layanan Laku Pandai itu masyarakat di daerah terpencil dapat terhindar dari rentenir atau lintah darat. Minimnya fasilitas perbankan di daerah terpencil memaksa warga memijam uang di rentenir dengan bunga yang tinggi.
“Di pulau – pulau terpencil banyak warga yang terpaksa memijam uang di rentenir dengan bunga pinjaman yang tinggi. Kalau ada layanan Laku Pandai, tentu warga bisa terhindar dari rentenir,” katanya.
Bambang menyatakan, OJK mendorong pihak BRI dan BNI, selaku bank penyelenggara Laku Pandai agar memperluas agennya di seluruh wilayah Maluku, terutama di pulau – pulau terpencil. Sehingga dengan begitu mempermudah warga mendapatkan akses layanan keuangan.
OJK Maluku menargetkan di tahun ini, agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif, Laku Pandai sudah tersebar pada seluruh wilayah kabupaten dan kota di Maluku.
“Target kami menyesuaikan dengan target BRI dan BNI. Tapi kami mendorong untuk realisasinya dipercepat dengan target agen Laku Pandai ada di seluruh wilayah Maluku, sehingga akses masyarakat untuk sektor keuangan bisa terlayani,” katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto menyatakan, pihaknya terus berupaya agar pertumbungan ekonomi di daerah makin baik. Diantaranya, mendorong sektor jasa keuangan agar lebih memperhatikan pembiayaan yang diperlukan pelaku ekonomi di daerah, seperti usaha mikro dan kecil.
OJK juga memfasilitasi agar masyarakat bisa mendapatkan akses keuangan, terutama masyarakat kecil, berpenghasilan rendah dan tinggal di daerah – daerah lewat perbankan, temasuk juga program Laku Pandai. Dengan program layanan Laku Pandai, masyarakat tidak perlu datang ke kota atau mengunjungi kantor-kantor bank. Tapi cukup mendatangi agen-agen yang dimiliki oleh beberapa bank di tingkat desa dan langsung mendapatkan akses keuangan.
OJK bersama industri keuangan dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam waktu dekat akan membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Tim ini sebagai tindak lanjut amanat Presiden Joko Widodo agar memberikan kemudahan bagi warga mendapatkan akses keuangan di daerah.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat di daerah mendapatkan layanan keuangan, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat makin lancar sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilayah terutama antar desa dan kota,” kata Rahmat. Hamdi Jempot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *