Lakukan Penyisiran Di Gorong-Gorong, BKSDA Belum Temukan Buaya di Pelabuhan Ambon

by
Warga mengaku melihat empat ekor buaya muncul di gorong-gorong dalam areal Pelabuhan Slamet RIyadi dan Yos Sudarso Ambon. BKSDA Maluku turun lakukan penyisiran (9/1). FOTO: Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Rabu (9/1/2019) pagi ke Pelabuhan Ambon tempat kemunculan buaya yang sempat membuat geger. Namun saat di lokasi, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda kehadiran buaya itu. Bahkan keterangan yang diperoleh, laporan kemunculan buaya di Ambon itu sejatinya sudah dari tiga bulan lalu.

Sebelumnya berhembus kabar dari laporan warga yang melihat adanya buaya di gorong-gorong di dalam areal Pelabuhan Slamet Riyadi dan Yos Sudarso Ambon. Hal itu memancing pihak BKSDA untuk turun dan memastikannya. “Betul kami dapat kabar dari warga dua hari lalu kalau mereka lihat buaya dalam gorong-gorong,” aku Kepala BKSDA Maluku Mukhtar Amin Ahmadi kepada Terasmaluku.com, Rabu (9/1/2019) sore.

Menurutnya gorong-gorong itu telah ditutup usai pengerjaan. Dia menduga warga yang melapor itu merupakan pekerja gorong-gorong yang tak sengaja melihat buaya di dalam situ. Namun berdasar informasi, buaya yang dilihat pekerja itu berukuran kecil dan langsung lari masuk ke dalam gorong-gorong saat melihat ada pekerja.

Loading...

Terkait kabar keberadaan empat ekor buaya itu sejatinya merupakan cerita lama. Dari pengakuan orang di sekitar pelabuhan kepada pihaknya, dulu ada sebuah kapal sandar yang melepas tiga ekor buaya. “Dari cerita begitu. Kemungkinan buaya itu yang masuk ke gorong-gorong. Tapi tidak ada yang pasti sebab buktinya juga tidak ada,” lanjutnya. Hingga kini dia belum bisa memastikan kebenaran adanya buaya di gorong-gorong. Namun kalaupun buaya benar ada, maka kemungkinan besar mereka telah berkembang biak.

Lokasi gorong-gorong atau saluran pembuangan di Kota Ambon menjadi lumbung makanan bagi buaya. Di sana lanjut Amin, menyimpan stok makanan bagi si buaya. Seperti tikus, bangkai-bangkai, sisa ikan dan seafood di sekitar pasar Mardika. Itu bisa jadi sumber pertahanan hidup bagi buaya. “Tapi ingat lagi buaya juga butuh berjemur. Dia tidak bisa lama-lama di tempat lembab. Bisa mati. Nah, berjemur ini dia biasanya akan naik ke tempat kering,” lanjutnya.

Amin masih akan memastikan dan mencari langkah kedepan untuk mengantisipasi jika buaya itu ada dan muncul ke permukaan. Saat ditanya soal upaya penangkapan saat musim hujan, dia tidak memberikan jawaban pasti. Pasalnya peta gorong-gorong di bawah Kota Ambon sangat banyak dan bercabang. Mereka belum tahu dimana lokasi tinggal kawanan buaya itu.(PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *