Lakukan Penyisiran, Polisi Temukan Puluhan Kolam Rendaman Emas di Kawasan Gunung Botak

by
Aparat Brimob Polda Maluku saat melakukan penyisiran penambang ilegal di lokasi tambang emas Gunung Botak, Kamis (15/12). Dok. Terasmaluku.

TERASMALUKU.COM, BURU,- Humas Polda Maluku membenarkan bahwa terdapat penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak (Pulau Buru), Maluku, bersama dengan ditemukannya puluhan kolam rendaman emas yang dilakukan oleh para penambang secara diam-diam.

“Hari ini kami melakukan penyisiran sejak pukul 10.00 WIT sampai pukul 14.30 WIT, dan ditemukan bekas aktivitas pertambangan emas yang menggunakan metode rendaman. Ada sebanyak 25 buah bak rendaman yang ditemukan,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Rum Ohoirat, di Ambon, Selasa.

Menurut dia, aparat Kepolisian Sektor Waeapo memusnahkan sebanyak 25 unit bak rendaman emas ilegal di kawasan tambang Gunung Botak, Desa Persiapan Wansait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Puluhan bak rendaman emas milik orang tak dikenal ini ditemukan, setelah sebanyak 30 personil Polsek Waeapo yang dipimpin Kapolsek Ipda Zainal menyisir lokasi sungai di Jalur A dan B.

Puluhan bak rendaman emas yang diduga menggunakan bahan kimia berbahaya (B3) seperti sianida dan merkuri yang ditemukan tersebut, langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Saat ditemukan personel langsung melakukan pemusnahan,” ujar Ohoirat.

Pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat yang mendiami sekitar kawasan tersebut, agar tidak memasuki area pertambangan.

“Kemarin juga personel langsung memberikan imbauan kepada masyarakat, agar tidak memasuki area tambang dan melakukan aktivitas penambangan ilegal,” katanya pula.

Sehari sebelumnya, dia mengaku telah menerima perwakilan pengunjuk rasa yang menggelar aksi demonstrasi di depan perempatan Monumen Gong Perdamain Dunia, di Kota Ambon, Senin (2/8).

“Kemarin saya menerima para pengunjuk rasa, dan mereka mengaku masih ada kegiatan tambang emas liar dan peredaran sianida dan merkuri,” ujarnya lagi.