LAMPU MERAH, Teluk Ambon Bagian Dalam Terancam Dangkal Akibat Masalah Ini

by
Jembatan Merah Putih (JMP) membentang di Teluk Ambon. JMP dengan panjang 1.140 meter ini menghubungkan Desa Poka dan Desa Galala Ambon, menjadi icon Kota Ambon. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI) menyatakan Teluk Ambon bagian dalam terancam dangkal akibat semakin tebalnya sedimentasi selama beberapa tahun terakhir.

“Kecepatan laju sedimentasi di Teluk Ambon bagian dalam sebesar 2,4 centimeter per tahun atau sekitar enam kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Angka-angka tersebut sudah bisa dijadikan lampu merah bagi cepatnya proses pendangkalan di Teluk Ambon,” kata Perekayasa (Inovator) Ahli Madya P2LD-LIPI Daniel D. Pelasula di Ambon, Rabu (9/6/2021).

BACA JUGA : Ratusan Ikan Warga Hative Kecil Mati Misterius di Keramba

BACA JUGA : Diduga Kena Limbah PLTD, Pengusaha Keramba Merugi 400 Ekor Ikan Mati

Ia mengatakan Teluk Ambon dengan kedalaman di atas 27 meter dari permukaan laut merupakan teluk dengan karakteristik laut dalam, dan terpengaruh oleh Laut Banda.

Hasil riset dan pemantauan kondisi Teluk Ambon selama beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya perubahan yang cukup mengkhawatirkan, laju proses penumpukan sedimentasi berpotensi menjadikannya sebagai laut dangkal.

Kecepatan laju sedimentasi pada 1987 hingga tahun 1996 sebesar 5,95 milimeter per tahun atau 0,6 centimeter per tahun, meningkat menjadi 2,4 centimeter per tahun atau sekitar enam kali lipat pada 2008.

Sedangkan luas dan sebaran sedimentasi di Teluk Ambon pada 1994 hanya sebesar 102,6 hektare bertambah menjadi 168,1 hektare pada 2007, dan terus bertambah di beberapa lokasi, seperti Pandan Kasturi, Tantui, Galala dan Hative Besar.

“Sebaran sedimentasi di Galala dan Tantui tahun 2018 sudah bertambah menjadi 18,96 hektare, ini cukup mengkhawatirkan,” kata Daniel.

Dikatakannya lagi, Ambon merupakan pulau kecil bergunung dan berbukit dengan kemiringan lereng yang curam dan dataran sangat sedikit. Pembukaan lahan baru untuk pemukiman di dataran tinggi tentu saja berakibat pada degradasi ekosistem dan vegetasi Teluk Ambon, salah satunya adalah sedimentasi.

BACA SELANJUTNYA