Lanud Pattimura Pasang Patok di Bandara Sebagai Tanda Tanah Negara, Begini...

Lanud Pattimura Pasang Patok di Bandara Sebagai Tanda Tanah Negara, Begini Reaksi Warga Laha

SHARE
Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Antariksa Anondo terlibat perang mulut dengan sejumlah warga Laha saat pemasangan plang sebagai tanda Tanah Negara di Bandara Pattimura Ambon, Selasa (2/10/2018). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura memasang patok atau plang di kawasan parkir Bandara Pattimura Ambon, Selasa (2/10/2018) siang. Pemasangan patok dengan mengecor semen  ini dipimpin langsung Komandan Lanud (Danlanud) Pattimura Kolonel Pnb Antariksa Anondo bersama puluhan anggotanya.

Pada plang yang dipasang berisi pengumunan yang ditulis dengan cat warna merah  “tanah negara” sertifikat hak pakai nomor 06 tanggal 08 Oktober 2010, atas nama Pemerintah RI Cq Kementerian Pertahanan Cg TNI AU. Dalam pengumuman  yang ditanam Lanud Pattimura  itu menyebutkan, pemasangan patok ini berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung RI Nomor : 204 PK/TUN/2018 Tanggal 19 Januari 2017. Selain itu, pemasangan patok tanah ini berdasarkan Putusan PK MA RI Nomor : 25 PK/PDT 2018 Tanggal 18 April 2018.

Pemasangan patok sempat diwarnai kericuhan antara aparat Lanud dengan sejumlah warga adat Negeri  Laha.  Warga memprotes pemasangan patok ini. Bahkan warga sempat terlibat perang mulut dengan Komandan Lanud Pattimura. Untuk saja kericuhan tidak berlangsung lama.

Danlanud mengatakan pemasangan patok ini dilakukan setelah peninjauan kembali baik Tata Usaha Negara  maupun Perdata ditolak Mahkamah Agung. “Lanud Pattimura memasang plang yang menyatakan tanah Bandara Pattimura ini adalah tanah negara. Pemasangan plang ini sesuai putusan PK dari MA. PK yang diajukan pihak mereka (warga Laha) itu ditolak MA, itu berarti sudah final (sudah berkuatan hukum tetap) tidak ada lagi persoalan,” kata Danlanud.

Ia juga mengatakan sebelum memasang plang, sudah menyampaikan hal ini dengan pihak Pengadilan Negeri Ambon hingga Pengadilan Tinggi Maluku. “Semua tidak ada masalah, orang ini tanah negara. Kita lakukan ini dalam rangka  menegakan hukum di Bandara Pattimura,” katanya.

Namun pemasangan patok sempat diwarnai kericuhan antara aparat Lanud dengan sejumlah warga adat Negeri  Laha.  Warga memprotes pemasangan patok ini. Bahkan warga sempat terlibat perang mulut dengan Danlanud Pattimura. Untuk saja kericuhan tidak berlangsung lama.

Warga Laha mengatakan pihak  Lanud tidak bisa memasang patok begitu saja tanpa melibatkan pihak Pengadilan Negeri Ambon. “Kami sendiri belum menerima putusan PK dari MA baik untuk  PK TUN maupun PK PDT,” kata Ilham Laturua seorang warga Laha.

Meski diwarnai protes namun, pihak Lanud tetap memasang patok.Tanah yang disengketa antara  Lanud dengan warga Laha seluas 209 hektare termasuk Terminal Bandara, run way dan kawasan bandara lainnya. Pihak Lanud Pattimura juga akan memasang patok di sejumlah lokasi Bandara Pattimura. (ADI)

loading...