Lanud Pattimura-Yayasan Kemanusian Indonesia Gelar Operasi Katarak

by
Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, berbicang dengan pasien katarak sebelum operasi di bus operasi di Lanud Pattimura, Senin (12/12).

AMBON-Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura Ambon bekerjasama dengan Yayasan Kemanusian Indonesia, menggelar bakti sosial (Baksos) pemeriksaan mata, pemberian kaca mata dan operasi katarak gratis yang dipusatkan di Lanud Pattimura, Senin (12/12). Lanud menargetkan ada 2.000 pasien ikut Baksos yang berlangsung hingga Kamis (15/12) nanti.
Dalam Baksos dihari pertama, ratusan warga dari desa – desa di Maluku Tengah antri mendapatkan pemeriksaan mata, pemberian kaca mata dan operasi katarak secara gratis. Dua dokter spesialis mata dan belasan tenaga medis dikerahkan dalam kegiatan ini. Dokter dan tim medis serta satu unit bus operasi lengkap peralatannya dibawa langsung dari Bali dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. Yayasan Kemanusian Indonesia sendiri berasal dari Bali.
Karena banyaknya warga yang berobat, sehari dilayani 750 orang, untuk operasi katarak dibatasi 50 orang sehari. Sedangkan sisanya akan dilayani pada hari berikutnya. “Selama Baksos berlangsung hingga 15 Desember, kami targetkan ada 2.000 orang yang dilayani untuk pemeriksaan mata, pemberian kaca mata dan operasi katarak gratis. Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di wilayah Maluku agar masyarakat sehat dan kuat,” kata Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, saat memantau Baksos didampingi Sekda Maluku Hamin Bin Taher.
Untuk hari pertama, pelayanan Baksos ditujukan kepada warga dari desa – desa di Kecamatan Leihitu dan Leihitu Barat, Maluku Tengah. Dan hari berikutnya untuk warga di Kota Ambon dan desa lainnya yang dekat dengan Lanud. Selain didukung Yayasan Kemanusian Indonesia, menurut Aldrin, Baksos didukung sepenuhnya Pangkoops II AU dengan mengerahkan pesawat Hercules untuk mobilisasi peralatan medis. Aldrin menyatakan, khusus operasi katarak, merupakan upaya Lanud Pattimura untuk mendukung program pemerintah pusat mengatasi katarak bloker. Ia menyatakan kemampuan pemerintah merehabilitasi penderita katarak hanya sekitar 120.000 orang pertahun. “Padahal jumlah penderita katarak yang perlu mendapat operasi lebih dari 200.000 ribu orang pertahun, sehingga perlu percepatan dan langkah terobosan untuk operasi katarak, seperti kegiatan saat ini,” katanya.
Menurut Aldrin, tugas Lanud Pattimura di wilayah pertahanan salah satunya memberdayakan masyarakat. Dengan operasi katarak ini produktivitas warga akan berjalan, bekerja dengan baik untuk menghidupi keluarga karena matanya sudah sembuh lewat operasi katarak. “Sehingga dengan demikian masyarakat sehat, lingkungan Lanud Pattimura juga akan tenang, kondusif. Masyarakat sehat, tentu Maluku juga akan sehat dan negara akan menjadi kuat,” kata Aldrin. (ADI)