Lepas 1.076 JCH Maluku, Gubernur Ingatkan Cuaca di Mekkah

by
Jamaah Calon Haji menyalami Gubernur Maluku Said Assagaff saat pelepasan di Asrama Haji Waiheru Ambon, Kamis (3/8). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff melepas keberangkatan  1.076 Jamaah Calon Haji (JCH) Maluku ke Tanah Suci Mekkah, yang berlangsung di Asrama Haji Waiheru Ambon, Kamis (3/8). Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Lambang  Provinsi Maluku kepada Ketua Kelompok Terbang (Kloter) JCH Maluku.

Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Maluku Fesal Musaad menyatakan, sesuai keputusan Kementerian Agama, kuota jamaah haji Maluku  tahun 2017 berjumlah 1.090 orang. Kuota tersebut naik dari sebelumnya 569 orang. “Dari kuota  1.090 orang, yang berangkat itu hanya 1.076 orang, karena 2 orang meninggal dunia dan 7 orang mutasi,” katanya.

Fesal   mengatakan, JCH asal Maluku akan diberangkatkan menuju embarkasi Makassar  pada tanggal 4 dan 5 Agustus dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.  Dan pada tanggal 6 dan 7 Agustus diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah lewat Jeddah Arab Saudi. “Sedangkan kedatangan jamaah haji  setelah menunaikan ibadah haji dijadwalkan  pada tanggal 16 September 2017,” kata Fesal.

Sementara itu Gubernur Maluku Said  Assagaff meminta JCH Maluku untuk selalu menjaga kesehatannya selama berada di Tanah Suci Mekkah, karena temperatur cuaca  di sana sangat panas. Apalagi perjalanan panjang, terjadi perubahan cuaca dari Indonesia hingga ke Jeddah, Arab Saudi dan Kota Suci Mekkah.

“Saya minta kepada JCH untuk selalu tetap jaga kondisi, karena panas Mekkah itu mencapai 47 derajat celsius jadi harus selalu minum air putih yang banyak, jaga kesehatan, sehingga bisa menunaikan ibadah dengan baik,” katanya.

Gubernur minta JCH asal Maluku untuk menjaga nama baik Bangsa Indonesia dan Maluku. Karena di Tanah Suci Mekkah akan bertemu dengan jutaan jamaah dari seluruh negara di dunia. Antara sesama jamaah harus jaga kekompakan dan saling mengingatkan. Gubernur juga mengingatkan JCH untuk fokus beribadah dulu, jangan ke pasar atau jalan – jalan untuk berbelanja karena bisa berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah haji nanti.

Gubernur  menambahkan, JCH harus menjadikan kesempatan berhaji ini  untuk beribadah kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh agar menjadi haji yang mabrur.  Untuk tahun ini, Gubernur juga menyatakan, Pemprov Maluku memberikan bantuan sebesar Rp 1.500.000, untuk tiap jamaah calon hajin untuk biaya embarkasi dari Ambon ke Makassar. Biaya ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya,  Rp 1.000.000.

Terkait dengan  embarkasi haji, Gubernur menyatakan pihaknya terus berjuang agar tahun – tahun mendatang, Kota Ambon menjadi embarkasi sendiri. JCH dari Maluku tidak harus menginap lagi di embarkasi Makassar.

“Tahun ini calon jamaah haji kita bermalam dua hari  di Makassar, mungkin Insya Allah, tahun – tahun depan lagi, calon jamaah haji kita hanya transit satu dua jam di Bandara  Makassar, kemudian pindah pesawat dan langsung terbang ke Jeddah,  Arab Saudi,” kata Assagaff.

Karena itu menurut gubernur, berbagai upaya harus dilakukan dan dipersiapkan sebagai syarat menjadi embarkasi sendiri. Seperti fasilitas asrama haji, standar bandara dan fasilitas lainnya.  Saat pelepasa ini, Assagaff yang didampingi istrinya serta sejumlah pejabat sipil dan militer menyalami satu persatu  JCH yang akan berangkat.

Dalam pelepasan  JCH ini, gubernur juga  melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Asrama Haji Waiheru. Pelepasan JCH asal Maluku dari Asrama Waiheru terakhir dilakukan pada  2007. Setelah itu, asrama haji direnovasi dan baru 2017 ini difungsikan lagi untuk menampung JCH. (IAN)