Lestarikan Lingkungan, Kapolda Tanam Pohon Di Gunung Botak

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melakukan upaya pelestarian lokasi Tambang Emas Gunung Botak Kabupaten Buru. Kawasan Gunung Botak dan sekitarnya mengalami kerusakan lingkungan sangat parah akibat praktek penambangan emas secara ilegal dengan bahan kimia, merkuri dan sianida.

Upaya pelestarian lingkungan dari kerusakan dilakukan dengan penanaman pohon di puncak Gunung Botak yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, Selasa (19/3/2019). Kapolda yang didampingi Bupati Buru Ramly Umasugi dan sejumlah pejabat utama Polda Maluku, Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Guntur dan Komandan Kodim Namlea, Letkol Inf Syarifuddin Aizis menanaman anakan pohon beringin. Sementara pejabat lainnya menanaman anakan pohon trembesi, albasia dan pohon durian.

Loading...
Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa bersama Bupati Buru Ramly Umasugi dan pejabat utama Polda Maluku menanam pohon di puncak Gunung Botak Kabupaten Buru, Selasa (19/3/2019). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

Kapolda mengatakan penanaman pohon ini merupakan simbol dari kelestarian lingkungan di Gunung Botak. Penanaman pohon ini diharapkan dapat melindungi warga sekitar Gunung Botak, dan bukan sebaliknya untuk merusak lingkungan di sekitarnya.

Tidak hanya di Gunung Botak, Kapolda juga mengatakan penanaman pohon ini juga untuk menjaga lingkungan yang lebih luas lagi hingga ke perairan Maluku. Karena menurut Kapolda kerusakan lingkungan yang bersumber dari Gunung Botak bisa berdampak lebih luas ke wilayah Maluku bahkan daerah lainnya.

BACA JUGA : Irjen Pol Royke, Kapolda Maluku Pertama Yang Berhasil Naik ke Puncak Gunung Botak

“Kami datang untuk menanam pohon. Why, kenapa karena penanaman pohon ini sebagai simbol kelestarian lingkungan, paling tidak di Gunung Botak ini. Semoga pohon ini bisa melindungi mereka yang ada di sekitar sini. Bukan untuk merusak lingkungan, tapi untuk menjaga kelestarian Pulau Buru yang notabene akan terus mengalir sampai di Teluk Kayeli dan mungkin sampai di Namlea dan seantero Pulau Buru, dan juga Maluku serta Indonesia raya ini,” kata Kapolda.

Kapolda bersama rombongan naik ke Gunung Botak lewat jalur D Dusun Wamsait Kecamatan Waelata. Butuh waktu perjalanan sekitar satu jam hingga ke puncak Gunung Botak dengan berjalan kaki, melewati jalan terjal dan berlumbang dibawa panas teriknya matahari Selasa siang itu.

Usai menamam pohon, Kapolda memberikan pengarahan kepada puluhan aparat Polres Buru, Brimob Polda Maluku Kompi A Namlea dan aparat TNI yang bertugas di Gunung Botak. Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan terimah kasih dan apresiasi kepada aparat keamanan hingga kini masih melakukan pengamanan di Gunung Botak.

Kapolda mengatakan sejak ditutup September 2018, hingga kini aparat keamanan tetap bertahan menjaga Gunung Botak dari aktivitas ilegal. “Saya menyampaikan terima kasih, apresiasi dan bangga kepada kalian semua, sejak ditutup Setember 2018, hingga Maret ini kalian masih bertahan di Gunung Botak, menjaga agar tidak ada lagi penambang yang naik melakukan aktivitas penambangan secara ilegal, kalian luar biasa,” kata Kapolda.

Aparat Brimob Polda Maluku disiagakan di Gunung Botak, Selasa (19/3/2019).

Kapolda mengatakan selama ini aparat keamanan yang bertugas di Gunung Botak selalu dibujuk, diintimidasi dan diteror oleh pihak-pihak tertentu agar aktivitas penambangan secara ilegal di Gunung Botak berjalan lagi. Namun semua itu dilawan oleh aparat keamanan. Bukan saja anggota, ia pun juga sering mengalami hal yang sama. Bahkan Kapolda dibujuk dengan uang puluhan miliaran rupiah agar Gunung Botak dibiarkan seperti dulu, penambang beraktivitas lagi secara ilegal.

“Saya bangga dengan kalian anggota yang berjaga di Gunung Botak, selama ini ada saja pihak-pihak yang mengitimidasi, teror agar mereka bebas lagi beraktivitas di sini (Gunung Botak) tapi itu dilawan. Jangankan anggota di lapangan, saya juga mengalami hal yang sama. Namun kita semua komitmen, demi lingkungan ini lokasi tambang harus ditutup,” kata Kapolda.

Sebagai bentuk terima kasih, Kapolda mengatakan akan memberikan penghargaan kepada aparat Kepolisian yang bertugas Gunung Botak sebagai pahlawan lingkungan. Kapolda juga berharap bila ada investor yang hendak mengelola Gunung Botak dapat dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat serta pemerindah daerah. (ADI)