Lima Orang Meninggal Di Piliana, Dinkes Provinsi Terima Kabar Dari Masyarakat

by
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Meikyal Pontoh mengaku baru menerima kabar dari masyarakat dan mendesak bupati Malteng memperhatikan warga yang sakit (20/5). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON,- Lagi, kasus kematian anak dan balita di Desa Piliana Kecamatan Tehoro Kabupaten Maluku Tengah. Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menyebut informasi terkait itu malah lebih dulu diterimanya dari masyarakat dan bukan Dinas Kesehatan Kabupaten.

Meikyal Pontoh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi membenarkan adanya kasus kematian anak di Piliana. Dia mencatat dalam rentang waktu Maret hingga awal Mei ada lima kejadian kematian. Mereka terdiri dari satu anak usia 7 tahun, dua balita, seoarang lansia serta fetus atau janin yang belum sempat dilahirkan.

“Kalau menyangkut kematian ini satu hal menyedihkan. Masalahnya kami juga baru mendengar dari masyarakat,” ungkapnya saat ditemui Terasmlauku.com di ruangannya Senin (20/5/2019).

Sejak kali pertama ada kejadian kematian, pihaknya belum menerima laporan dari dians di kabupaten. Saat wawancara tadi, Meikyal lantas coba menelepon kepala dinas kesehatan dan menanyakan langsung.

Dari laporan dinas di kabupten, hasil pemeriksaan anak usia 7 tahun menderita infeksi telinga, dua balita lain mengalami moniliasis atau jamuran di sekitar mulut. Serta janin yang meninggal di dalam perut sebelum sempat dilahirkan.

“Kalau jamur berarti kebersihannya kurang. Di sana masyarakat belum sepenuhnya sadar akan kebersihan,” jelasnya. Sementara itu laporan dinas di kabupaten mengatakan sudah acap kali ada interfensi kesehatan bagi masyarakat di sana. Seperti pengobatan, pemberian makanan tambahan dan lain sebagaianya. Bahkan jika ada kasus, akan segera ditengani untuk pemulihan. Tapi penyakit bisa kembali kambuh jika masyarakat belum awas akan kesehatan.

Meikyal mendesak pemerintah kabupten lebih progresif menangani kasus kesehatan di sana. Pasalnya kasus kematian yang menimpa lima orang di Piliana lantaran ada indikasi terkena penyakit tertntu. Sudah tentu, tenaga kesehatan yang ada di desa wajib memberi layanan terpadu dan menyeluruh. Puskesmas di kecamatan pun dikabarkan melakukan layanan ke desa di kaki Binaiya tiap sbeulan sekali.

Sejak wartawan mendatangi Desa Piliana pada pertengahan 2018 lalu, hanya ada satu polindes dan satu tenaga kesehatan yang melayani ratusan jiwa. Dari data ada lebih dari 580 jiwa. “Ini yang harus dicaritahu. Apakah kematian karena penyakit, kurang penanganan, tenaga kesehatan yang kurang dan harus ditambah atau seperti apa,” lanjut Meikyal.

Kasus ini bakal segera ditangani. Pihaknya pun mendesak agar bupati lebih memperhatikan masyarakatnya melalui kinerja terbaik dinas dikesahatn yang ada di Tehoru. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *