Limbah Covid-19 di Maluku Hingga Oktober Capai 46,8 Ton, Dikirim ke Daerah Ini Untuk Dimusnahkan

by
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy C. Siauta. Foto: Ruzady

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Malauku, Roy C. Siauta mengungkapkan sejak Mei hingga Oktober 2020 limbah covid-19 di Maluku yang terkumpul mencapai 46.861,75 Kg atau 46,8 ton.

Puluhan ton limbah covid itu berasal dari lokasi-lokasi resmi yang menanganani pasien covid di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Limbah covid ini berupa Alat Pelindung Diri (APD), peralatan medis seperti bekas kemasan obat, jarum suntik hingga bekas makanan dari pasien. “Apapun media yang dipakai pasien covid maupun tenaga medis semua itu masuk kategori limbah,”jelasnya menjawab Terasmaluku.com, Selasa (10/11/2020) via seluler.

Dari jumlah total itu, lanjut Siauta, limbah covid terbanyak berasal dari Kota Ambon yang mencapai 38.176,85 Kg atau 38 ton. Sementara dari Malteng dan SBB 8.684,9 Kg atau 8,6 ton.

Puluhan ton limbah medis ini selanjutnya kata Siauta dikirim ke Pulau Jawa tepatnya ke PT. Jasa Medivest Plant di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan.

Limbah covid harus dikirim ke Pulau Jawa karena di Ambon belum ada incinerator atau alat pemusnah limbah medis. “Ini sudah terangkut di 18 kontainer dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan.  Pengiriman limbah covid ini ditangani oleh pihak ketiga yakni PT. Arthama Sentosa Indonesia,”terangnya.

Loading...

Sementara kabupaten/kota lain di Maluku yang juga punya kasus covid-19, limbahnya dimusnahkan sendiri, karena ada daerah yang miliki incinerator sendiri dan ada juga yang musnahkan dengan cara ditanam kemudian dilakukan pengecoran jika limbahnya dalam jumlah kecil. “Kalau jumlah yang kecil sesuai tata cara pemusnahan mereka bisa musnahkan dengan cara ditanam dan kemudian pengecoran,”sambungnya.

Ia memastikan, sejauh ini limbah covid tertangani dengan baik atau tidak ada yang tercecer selama limbah-limbah  diangkut dari tempat-tempat yang sudah terdata atau resmi untuk menangani pasien covid. “Semuanya terpantau dan terdata,”imbuhnya.

Terkait inicinerator ini, ditambahkan Siauta, tahun depan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan memberikan bantuan incinerator untuk Pemprov Maluku dan akan dibangun lokasi pemusnah limbah medis. Rencananya lokasi pemusnah limbah medis dibangun di kawasan Wayame, Kota Ambon.

“Tahun depan kita dapat bantuan incinerator dari KLHK, sudah fix. Lokasinya juga sudah ditinjau bersama-sama dengan KLHK di kawasan Wayame bagian atas, kita sudah dapat dukungan dari Pak Gubernur, tahun depan kita sudah punya incinerator sendiri. Nantinya akan dilakukan penyusunan dokumen lingkungan terlebih dahulu setelah administrasi selesai baru dilakukan pembangunan,”tandasnya. (Nair Fuad/R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *