Listrik 19 Dusun di Huamual Padam Dua Bulan, Masyarakat Unjuk Rasa

by
Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa Huamual Barat berunjuk rasa di depan kantor PLN. Cabang Ambon di Galala perihal listrik yang pada dua bulan di 19 desa (22/7). FOTO: Iman Loilatu

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Untuk ketiga kalinya perwakilan masyarakat Huamual Barat, Seram Bagia Barat berunjuk rasa di depan Kantor PT.PLN (Persero) Cabang Ambon, Galala.

Listrik di 19 dusun di Desa Luhu, Kecamatan Hunimual Kabupaten Seram Bagian Barat padam selama 2 bulan. Sementara warga masih dipungut biaya listrik oleh petugas PLN Rayon Luhu.

Himpunan Pelajara Pemuda Mahasiswa Huamual Barat (HIPPMAHB) Maluku bahkan menemukan adanya kejanggalan dalam sistem pembayaran yang diperoleh dari masyarakat. “Selama ini pelanggan diminta bayar listrik. Bayar seng pake kwitansi. Dugaan ada pungli,” jelas Rais Tuhuteru koordinator lapangan siang (22/7/2019).

Perwakilan PLN menerima pengunuk rasa di kantor PLN. UIW Maluku dan Maluku Utara

Kewajiban membayar tagihan itu dinilai ganjil sebab pelanggan tidak menerima haknya sesuai pelayanan yang ada. Sementara mereka diwajibkan terus membayar tagihan listrik. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per-rumah.

Loading...

Dalam aksi itu pihaknya juga membeberkan jika aturan pemadaman bergilir yang tidak diberitahukan kepada masyarakt sebelumnya. Pelanggan pun merasa amat dirugikan.

“Lampu menyala malam dari Pukul 12.00 sampai 06.00 pagi. Jam 07.00 sampe 12.00 malam. Walaupun dua bulan tidak menyala, proses pembayaran tetap jalan,” lanjut dia.

Dalam aksi mereka menyampaikan lima butir tuntutan. Yakni agar listrik 24 jam, menghentikan aturan pemadaman listrik bergilir, mengoptimalkan layanan listrik sesuai visi-misi PLN, memecat petugas PLN yang melakukan pungli serta memecat kepala PLN Rayon Luhu yang disebut tidak efektif dan profesional dalam bekerja.

Setelah beraksi di depan kantor PLN Galala, masa melanjutkan  ke kantor PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara di persimpangan Tugu Trikora, Ambon. Di situ, merken akhirnya berhasil bertemu perwakilan PLN uituk menyampaikan tuntutan mereka yang ketiga kalinya. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *