Lokasi Karantina Bagi Penumpang Jalur Laut dan Udara

by
Beberapa penghuni karantina Balai Diklat Kementerian Agama di kawasan Waiheru Ambon yang kondisi mereka dinyatakan sehat, Selasa (31/3/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sejak diberlakukan opsi karantina, beberapa balai diklat di Kota Ambon diisi oleh tamu yang baru saja datang dengan melakukan perjalanan darat pun laut. Balai Diklat Keagamaan Ambon salah satu yang dijadikan tempat karantina. Terdapat 69 orang yang menempati balai sejak Minggu. Kondisi mereka adalah sehat dan telah mendapat jaminan usai ada pemeriksaan dari petugas kesehatan yang datang memantau.

 

Kepala Balai Diklat Kementerian Agama Maluku, Muis Riadi

Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon, Muis Riadi kepada wartawan, Selasa (31/3/2020)  menjelaskan hal itu. “Yang masuk sini kondisinya sudah diperiksa dan sehat. Mereka masuk minimal dipantau 1×24 jam kalau tidak ada gejala lalu bisa lepas,” jelasnya.

Dia menambahkan ada tiga lokasi karantina sementara untuk mereka yang datang dari luar Maluku dengan kondisi baik atau tidak ada gejala penyerta seperti batuk, flu dan suhu tubuh tinggi. Yakni Balai Diklat Pertanian, Asrama Haji dan Balai Diklat Kementerian Agama.

Khusus di tempatnya terhitung sudah ada 136 orang yang masuk sejak Minggu (29/3/2020). Namun sebagian besar sudah keluar setelah ada pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan aman. Sedangkan untuk jumlah yang masih berada di dalam karantina saat ini hanya 69 orang.

Loading...

Menurut Muis mereka ada yang dari Surabaya, Makassar Jakarta, Maluku serta dua warga negara asing (WNA) asal Prancis dan Italia.  “Mereka ini ada yang tinggal menunggu kapal atau pesawat untuk menuju ke lokasi yang mereka tuju. Jadi masih di sini (balai diklat),” terangnya.

Menurutnya, pemberlakuan batas maksimal proteksi 1 malam ini diterapkan hanya bagi mereka yang datang dengan kondisi tubuh baik usai ada pemeriksaan. Muis menjelaskan petugas kesehatan dan pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan mereka. Dengan begitu ketika mereka kembali ke tempat tujuan masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan kondisi mereka.

Karantina ini, lanjut dia juga sebagai perlindungan kepada mereka dari rasa ketidaknyamanan di masyarakat. Adakalanya, masyarakat setempat enggan menerima bahkan terang-terangan menolak mereka yang baru datang dari luar daerah dengan alasan keamanan kesehatan. Namun dengan adanya karantina sementra dan pemeriksaan kesehatan mereka siap kembali ke daerah yang dituju.

Selain di balai diklat agama, pemerintah daerah juga telah menyiapkan Asrama Haji. Kepala Dinas Kesehatan drg. Wendy Pelupessy dalam wawancara Senin (30/3/2020) menyebut asrama haji adalah satu dari tiga lokasi karantina yang disiapkan pemerintah provinsi untuk menampung warga yang baru masuk ke Ambon dari perjalanan darat pun laut.

Sayangnya saat wartawan mencoba ke lokasi siang tadi, pintu pagar asrama haji ditutup. Ada tiga orang penjaga namun mereka tidak membolehkan masuk. Dari pengakuan mereka tidak satupun orang yang dikarantina di dalam asrama. “Tidak ada orang di dalam. Pengurus (asrama haji) tolak,” jelas seorang penjaga gerbang saat diwawancarai wartawan dari balik pagar.

Sementara di Balai Diklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku terdapat 19 orang. Dari keterangan pengaga di sana, mereka terdiri dari 14 orang asal Bekasi. Mereka ini lebih dulu masuk karantina dan tengah menunggu hasil pemeriksaan sampel droplet. Dan lima orang lain yang baru masuk pada Minggu. Yakni 2 orang asal Surabaya, 2 orang asal Cina dan 1 asal Jambi. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *