Lokasi Pengolahan Emas di Buru Jadi Sarang Narkoba

Lokasi Pengolahan Emas di Buru Jadi Sarang Narkoba

SHARE

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Aparat Satuan Narkoba Polres Buru menggrebek camp PT. Sinergi Sahabat Setia (PT SSS), perusahan pengolahan emas di Jalur H, Dusun Wamsait Desa Dafa Kecamatan Waelata Kabupaten Buru, Sabtu (2/6/2018). Dalam pengrebekan itu, polisi mengamankan Firman Latakka, 39 tahun. Firman tertangkap tengah mengkonsumsi sabu-sabu.

Firman diketahui merupakan adik dari pengusaha tambang emas bernama Mansur Latakka. Lelaki yang beralamat tempat tinggal di Jalan Cempedak Nomor 77 Palu, RT 008/ RW 004, Desa Boyaoge, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulteng ini tidak berkutik saat digrebek polisi tengah memakai sabu-sabu. Selain menangkap Firman, saat digrebek pada salah satu rumah di lokasi camp PT SSS, polisi menemukan satu paket sabu-sabu.

Kapolres Pulau Buru, AKBP Adithyanto Budi Satrio yang dikonfirmasi Terasmaluku.com, Senin (4/6/2018), membenarkan kejafian penangkapan di Camp PT SSS tersebut.”Satuan Narkoba mengrebek cam PT SSS dan mengamankan FL karena memiliki dan menguasai narkotika golongan I jenis shabu,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, Firman kini telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan. Polisi terus mengorek keterangan lanjutan darinya soal asal-usul shabu dari Pulau Sulawesi.
“Sementara ini baru satu yang kita amankan. Tentang keterlibatan pelaku lainnya, masih dalam pengusutan dan pengembangan kasus ini,”jelas kapolres.

Sementara itu keterangan yang berhasil dikumpulkan lebih jauh menyebutkan, Camp PT SSS yang diduga menjadi sarang narkoba ini, dicukongi pengusaha tambang Mansur Latakka. Perusahan ini mengolah emas dengan sistim rendaman dengan memanfaatkan material pasir emas yang dikeruk PT CCP dengan berkedok normalisasi sungai tahun 2016 lalu di kali Anahoni.(ADI)