Lomba Arumbai Pesta Teluk Ambon Ricuh, Warga Banda Protes Keputusan Panitia

by
Sejumlah warga Banda memprotes keputusan panitia yang memenangkan Belang Negeri Porto sebagai juara Arumbai Manggurebe di Pesta Teluk Ambon, Selasa (20/8/2019). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Perlombaan Arumbai Manggurebe atau lomba belang di ajang Pesta Teluk Ambon, Selasa (20/8/2019) diwarnai kericuhan. Ini terjadi di Markas Lantamal IX Ambon setelah dewan juri mengumumkan Belang Negeri Porto sebagai pemenang.

Protes warga Banda atas hasil keputusan lomba belang di Pesta Teluk Ambon, Selasa (20/8/2019).

Hasil keputusan panitia, Belang Porto juara I dengan catatan waktu 52.31.52 detik, Belang Banda juara II dengan waktu 52.33.00 detik, Belang Negeri Haria juara III dengan waktu 53.02.93 detik.

Puluhan warga Banda yang berada di Markas Lantamal Ambon, lokasi garis finish itu langsung memprotes keputusan panitia. Mereka menilai panitia curang atas keputusan tersebut, karena menurut warga Belang Banda masuk finish lebih awal.

Warga meminta bukti-bukti berupa rekaman yang menunjukan Belang Porto mencapai finish duluan. Awalnya pihak panitia dari Dinas Pariwisata Maluku mengatakan akan memperlihatkan video udara lewat drone. Namun belakangan pihak panitia menyebutkan kalau drone tersebut rusak. Panitia tetap pada keputusannya, Belang Porto sebagai juara pertama.

Ini kemudian membuat warga makin protes. Jurnalis Terasmaluku.com, Alfian Sanusi melaporkan warga Banda terlibat adu mulut dan saling dorong dengan pihak panitia. Untuk saja situasi ini dapat dilerai aparat Kepolisian dan anggota TNI AL dari Lantamal IX Ambon.

loading...

Raja Tanah Rata Kecamatan Banda Fitrah kepada wartawan mengatakan, dari hasil keputusan tersebut panitia tidak siap dalam penilaian di titik finish.  Karena menurutnya panitia tidak dapat membuktikan lewat video terhadap pemenang lomba belang ini.

“Jadi kita sangat kecewa terhadap hasil keputusan juri maupun panitia, karena panitia tidak dapat membuktikan apa-apa dan hasil rekamannya tidak jelas. Padahal kita lihat kalau Belang Banda masuk duluan,” katanya.

Fitrah mengatakan jika panitia seperti ini terus,  maka Banda tidak akan berpartisipasi lagi pada lomba belang untuk meriahkan Pesta Teluk Ambon di tahun mendatang.

“Kalau tindakan panitia seperti ini, mungkin ini yang terakhir kalinya kami datang untuk merampaikan Pesta Teluk Ambon. Kalian bisa bayangkan perjuangan begitu berat kami untuk datang di tanah Ambon meriahkan Pesta Teluk ini, tapi ternyata panitia tidak siap untuk perlombaan ini,” katanya.

Perlombaan Arumbai mengambil star dari Pantai Amahusu Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Selasa pagi yang dilepas Komandan Korem 151/Binaiya Kolonel Inf. Hartono.

Ada enam belang atau perahu arumbae yang ikut lomba, yakni dari Desa Rumatiga, Kota  Ambon, Negeri Porto, Negeri Ihamahu, Negeri Haria, Pulau Saparua dan Belang dari Banda. Lomba belang ini menjadi agenda tahunan di Pesta Teluk Ambon. (ALFIAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *