LSI Network :  PAPARISA  Baru Unggul Jelang Pencoblosan

by

AMBON-  Lima hari menjelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Konsultan Citra Indonesia – Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network) kembali merilis hasil survei  terbaru mereka. Peneliti Senior LSI Adjie Alfaraby  menyatakan, berdasarkan  survei yang dilakukan pada 1 hingga 6 Februari 2017 mengenai opini publik di Kota Ambon,  pasangan Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler (Paparissa Baru) diprediksi memenangkan Pilkada Kota Ambon.

“Temuan survei kami, saat ini elektabilitas pasangan Paparissa Baru mencapai 52.2 %, sementara pasangan Paulus Kastanya-MAS Latuconsina (Pantas) memperoleh dukungan sebesar 40.3 %. Mereka yang belum menentukan pilihan hanya sebesar 7.5 %. Dengan tersisa waktu lima hari menjelang pencoblosan, elektabilitas pasangan calon tidak akan bergeser jauh dari elektabilitas masing-masing saat ini,” kata  Adjie dalam rilisnya yang diterima Terasmaluku.com, Jumat (10/2) malam.

Survei  menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan wawancara tatap muka (kuesioner) terhadap 440 responden. Wawancara ini menggunakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai kerangka sampling dengan  margin of error survei ini adalah +/- 4.8 %. “Jika mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 7.5 % dibagi secara proporsional, dibagi habis, karena asumsinya di hari H tidak ada lagi undecided voters,  maka pasangan Paparissa Baru memperoleh dukungan sebesar 56.4 %, sementara pasangan Pantas memperoleh dukungan sebesar 43.6 %,” kata Adjie.

Elektabilitas pasangan calon di hari pencoblosan  bisa berubah, karena pengaruh mobilisasi disisa hari terakhir dan tingkat golput. Oleh karena itu, menurut Adjie  elektabilitas masing-masing pasangan di Hari H bisa diprediksi melalui range (rentang) elektabilitas dengan menggunakan rumus. Angka terendah kandidat adalah elektabilitas tanpa swing voters dikurangi margin of error survei ini (4.8 %).

Dan angka tertinggi kandidat adalah elektabilitas tanpa swing voters ditambah dengan margin error survei. Dengan demikian, maka range (rentang) elektabilitas pasangan Paparissa Baru adalah 51.6 % hingga 61.2 %. Dan range (rentang) elektabilitas pasangan Pantas adalah 38.8 % – 48.4 %.

Menurut Adjie, hasil survei angka terendah pasangan Paparissa Baru berada pada  51.6 %, dan angka tertinggi pasangan Paparissa Baru mencapai 61.2 %.   Angka terendah pasangan Pantas di angka 38.8 % dan angka tertinggi pasangan Pantas di angka 48.4 %. Adjie  menyebutkan,  jika pun pasangan Pantas dikalkulasi secara optimis dengan angka tertinggi yaitu 48.4 %, dan pasangan Paparissa Baru dikalkulasi dengan angka terendah 51.6 %, elektabilitas pasangan Pantas tidak melampaui elektabilitas pasangan Paparissa Baru.  “Oleh karena itu, LSI memprediksi Pilkada Kota Ambon akan dimenangkan oleh pasangan Paparissa Baru,” kata Adjie.

Loading...

Ia juga menyebutkan, jika mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 7.5 % dibagi secara proporsional, dibagi habis, karena asumsinya di hari H tidak ada lagi undecided voters,  maka pasangan Paparissa Baru memperoleh dukungan sebesar 56.4 %, sementara pasangan Pantas memperoleh dukungan sebesar 43.6 %.

Menurut Adjie, pasangan Paparissa Baru unggul dihampir semua segmen pemilih di Kota Ambon, baik pemilih laki-laki maupun perempuan, pemilih Muslim maupun Kristen Protestan, pemilih berbagai kategori usia, pemilih berpendidikan tinggi maupun rendah, berbagai segmen profesi dan pemilih berbagai segmen suku.

Di pemilih perempuan, pasangan Paparissa Baru memperoleh dukungan sebesar 52.40 %, sementara pasangan Pantas hanya memperoleh dukungan sebesar 39.40 %. Sementara di pemilih laki-laki, pasangan Paparissa Baru memperoleh dukungan sebesar 51.0 %, pasangan Pantas memperoleh dukungan sebesar 41.20 %.

Pasangan Paparissa Baru juga unggul di semua kategori usia, baik mereka yang berusia dibawah 19 tahun (early voters), usia 20-29 tahun, usia 30-39 tahun, usia 40-49 tahun, dan diatas 50 tahun rata-rata pasangan Paparisa Baru memperoleh dukungan diatas 50 %. Lalu mengapa pasangan  Paparissa Baru unggul dibanding pasangan  Pantas,  menurut Adjie, LSI menemukan tiga  alasan penting. Yakni persepsi keberhasilan.

Richard Louhenapessy dinilai berhasil selama 5 tahun memimpin Ambon. Pada posisi, sebesar 85.4 %, pemilih menyatakan bahwa Richard berhasil pimpin Ambon, hanya sebesar 10.7 % yang menyatakan tidak berhasil. Tingkat akseptabilitas atau kesukaan terhadap Richard Louhenapessy paling tinggi. Pemilih yang menyatakan suka terhadap Richard sebesar 80.20 %,  sementara pemilih yang menyatakan suka terhadap Paulus Kastanya sebesar 75.90 %,” kata Adjie.

Adjie juga menyebutkan,   lima  hari menuju Pilkada,  naik turunnya suara kandidat ditentukan oleh tiga  hal. Yakni tingkat partisipasi dan golput, naik turunnya tingkat partisipasi masing-masing kandidat akan menentukan suara akhir yang diperoleh. Mobilisasi dukungan abnormal di hari  pencblosan  serta jika ada blunder politik atau serangan negatif di sisa hari menjelang pencoblosan juga akan mempengaruhi naik turunnya suara. (ADI)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *