LSM di Karawang Ancam Hadang Limbah Covid dari Maluku, Begini Tanggapan Kadis DLH

by
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy C. Siauta. Foto: Ruzady

TERASMALUKU.COM,-AMBON-LSM Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Karawang akan menghadang limbah medis covid-19 dari luar daerah termasuk dari Maluku yang dibawa ke Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan.

Hal ini buntut dari penolakan yang disampaikan LSM Gibas. Penolakan oleh salah satu LSM ini dengan alasan keselamatan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, limbah medis covid-19 dari Maluku khususnya dari Kota Ambon, Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah dikirim ke Pulau Jawa tepatnya di PT. Jasa Medivest Plant di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan. Ini dilakukan karena di Ambon belum miliki alat pemusnah limbah medis atau incinerator.

Totalnya hingga Oktober 2020, limbah medis covid yang sudah dikirim ke PT. Jasa Medivest Plant di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan sebanyak 48,6 ton. Limbah Covid-19 dari Maluku itu diangkut dalam 18 kontainer.

Proses pengangkutan limbah medis dilakukan oleh pihak ketiga yakni PT. Artama Sentosa Indonesia yang dikontrak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Maluku.

Menanggapi aksi penolakan dari LSM Gibas Karawang ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, Roy C. Siauta yang dikonfirmasi Terasmaluku.com Senin (16/11/2020) menjelaskan,  jika ada penolakan dari LSM di Karawang, maka itu menjadi urusan pihak ketiga yang dikontrak DLH Maluku untuk pengiriman limbah medis covid-19 dari Maluku.

Loading...

“Itu kan kita (DLH Pemprov Maluku) tidak punya hubungan dengan mereka. Kita kan kontrak dengan pihak ketiga (PT. Artama Sentosa Indonesia), jadi pihak ketiga yang punya urusan, begitu. Kan pemerintah tidak berhubungan dengan siapun, hanya dengan pihak ketiga jadi kalau penolakan itu kan dengan pihak ketiga, bukan dengan kita karena kita yang membayar (pihak ketiga),”tuturnya.

Namun diakui Siauta, sejauh ini dari total 18 kontainer limbah medis covid-19 yang sudah dikirim ke Karawang tidak ada masalah apa-apa. “Tapi kan sejuah ini yang sudah dikirim kan tidak ada, tidak ada masalah. Mungkin saja mereka baru tahu kalau ada pengangkutan dari Maluku tapi itu ditangani pihak ketiga, dan langsung dimusnahkan disana, setelah dibakar langsung jadi debu,”sambungnya.

Disamping itu, izin yang dikantongi pihak ketiga maupun lokasi pemusnahan di PT. Jasa Medivest Plant, Cikampek, Kabupaten Karawang juga lengkap.

“Seluruhnya izinnya lengkap. Pihak ketiga juga tidak mungkin ambil resiko untuk tangani limbah medis tanpa memiliki perizinan yang lengkap. Jadi ini (kalau ada penolakan dari LSM Gibas Karawang) urusannya pihak ketiga, bukan DLH Maluku atau Pemda Maluku , tidak, kita kan kontrak dengan pihak ketiga PT. Arthamas Sentosa Indonesia untuk tangani,”tandasnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *