Lulusan PT di Maluku Kurang Berminat Jadi Wirausahawan

by

AMBON-Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Wuryanto mengungkapkan sebagian besar wirausahawan di Maluku berpendidikan menengah ke bawah. Para lulusan Perguruan Tinggi (PT) kurang berminat menjadi wirausahawan, mereka lebih tertarik jadi karyawan dan aparatur sipil negara (ASN).Ini dikemukakan Wuryanto saat membuka pekan Edukasi Syariah dan Kewirausahaan di Kantor BI Perwakilan Maluku, Kamis (6/10).
Menurut Wuryanto, data kondisi ketenagakerjaan di Maluku dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2014 menunjukan porsi wirausahawan yang memiliki pendidikan setingkat PT masih sangat rendah. Yakni hanya 4,89 persen. “Dari data ini terlihat sebagian besar wirausahawan Maluku berpendidikan menengah ke bawah. Sebaliknya data menunjukan profesi wirausaha belum menjadi pilihan yang menarik bagi lulusan Perguruan Tinggi, yakni sebanyak 93,37 persen memilih untuk menjadi karyawan dan Aparatur Sipil Negara (ASN),” katanya.
Ia menyatakan, rendahnya porsi wirausahawan terdidik tentu membatasi potensi pengembangan usaha di Maluku. Oleh karena itu, penting mengubah cara berpikir para tenaga muda terdidik di Maluku untuk tidak lagi berorientasi menjadi pegawai pencari kerja namun menjadi wirausahawan yang siap menyerap tenaga kerja.
Menurutnya, mencermati kondisi tersebut BI Perwakilan Maluku menginisiasi Program Pengembangan Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) Maluku pada 2016 ini. Mengawali program WUBI Maluku, diadakan seminar kewirausahaan dengan mengangkat tema “Mendukung Wirausahawan Kreatif,Memperkuat Ekonomi.” Ada tiga narasumber dalam seminar ini yakni, pendiri dan pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi, Sally Geovani, pendiri dan pemilik Keripik Karuhun, Yana Hawi Arifin, serta Kepala Divisi pada Departemen Pengembangan UMKM BI Wini Purwanti.
Wuryanto menyatakan, seminar ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk memulai berwirausaha,mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk daya tarik usaha,memahami proses pengembangan usaha dan keunikannya masing-masing, serta sebagai awal dari proses program WUBI Maluku 2016. Hadir dalam pembukaan seminar ini Deputi Gubernur BI Bidang III Ronald Waas, Sekretaris Daerah Maluku Hamim Bin Taher, Kepala Divisi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan serta sejumlah pejabat lainnya.
Selain itu, BI Perwakilan Maluku juga menggelar Pesan Edukasi Syariah dan Kewirausahaan berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu (8/10). Rangkaian acaranya, seminar ekonomi syariah bertempat di Kampus IAIN Ambon, lomba Kebanksentralan antar SMA se-Kota Ambon,peresmian BI Corner atau fasilitas sarana pojok baca pada tiga instansi pendidikan, diantaranya di Universitas Pattimura, IAIN Ambon dan SMKN 1 Ambon. Juga lomba band antar SMA, gerakan peduli koin BI dan perbankan Kota Ambon, peresmian UMKM center dan pameran produk UMKM Maluku.(DED)