Mahasiswa Ambon Gelar Aksi Peduli Kilmury Dan Masalah Lingkungan

by
Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Save Kilmury Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nanaku Maluku menggelar unjukrasa di persimpangan Polsek Sirimau, Kota Ambon, Selasa (27/3).FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Puluhan mahasiswa yang menamakan diri  Save Kilmury Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nanaku Maluku menggelar unjukrasa di persimpangan Polsek Sirimau, Kota Ambon, Selasa (27/3).

Pengunjukrasa meminta pemerintah dan DPRD Provinsi Maluku untuk memperhatikan infrastruktur di Kecamatan Kilmury dan peduli terhadap berbagai masalah pembangunan dan lingkungan, termasuk pencemaran lingkungan di Kabupaten  Buru akibat penambangan emas ilegal menggunakan merkuri di Gunung Botak.

Ketua LSM Nanaku Usman Rumain Bugis kepada wartawan mengatakan, di Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT),  seluruh masyarakat sampai saat ini belum menikmati infrastruktur apapun dari pemerintah. “Di Kilmury yang terdiri dari 14 desa, 23 dusun mereka belum pernah menikmati infrastruktur pembangunan dalam bentuk apapun,” kata Usman.

Selain pembangunan, lanjut dia, masyarakat Kilmury juga tidak menikmati jalan, listrik, dan kesehatan yang sangat terbatas sekali. Bahkan ibu hamil pun sering meninggal karena keterbatasan tersebut. “Di Kilmury sana terjadi peristiwa seperti pembantaian genosait,” katanya.

Aksi tersebut, kata dia, untuk menuntut DPRD Provinsi Maluku agar dapat mengaktifkan tiga fungsi yakni fungsi pengawasan, penganggaran dan regulasi. “Fungsi regulasi yang dilakukan itu harus mengarah pada masyarakat yang ada di Kilmury, karena aksi ini sudah kami lakukan selama satu tahun, namun belum ada aksi nyata dari DPRD terkait ini,” katanya.

Pengunjukrasa juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku dan aparat keamanan untuk pedulit terhadapa bahaya pencemaran lingkungan di Pulau Buru, akibat dampak pengolahan emas ilegal dengan menggunakan bahan kimia, merkuri dan sianida.

Menurut pengunjukrasa, jika tidak secepatnya ditanggani serius maka bahaya pencemaran lingkungan akan terjadi lebih besar lagi di Kabupaten Buru. Usai melakukan aksi di depan Posek Sirimau, mereka melanjutkan aksi tersebut di DPRD Provinsi Maluku. (IAN)