Mahasiswa Damer Gelar Kegiatan Luar Ruangan Dengan Patuh Protokol Kesehatan

by
Mahasiswa asal Pulau Damer Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar Penguatan Kapasitas Mahasiswa Damer di Era Covid-19. FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Di tengah pandemi covid-19 mahasiswa asal Pulau Damer Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar Penguatan Kapasitas Mahasiswa Damer di Era Covid-19. Kegiatan di alam terbuka itupun tetap tidak meniadakan aturan jaga jarak pakai masker dan mencuci tangan.

Mereka yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Damer itu diberikan materi dasar tentang pengembangan diri. Ketua P3MD, Amos S menjelaskan ada beberapa hal penting yang mereka bagikan kepaada para peserta. Salah satunya mengenai manajemen waktu.

“Lihat kondisi sekarang mahasiwa baru maupun yang lama semua sama-sama ikut kuliah daring dan bukan tatap muka. Mentalitas mereka pasti jauh turun bila dibandingkan dnegan tatap muka. Nah kita bekali kuatkan di situ. Khususnya soal waktu prioritas,” kata Amos.

Poin-poin penting lain pun juga dibawakan tiga orang pemateri. Yamres Pakniany pemateri yang juga anak Damer itu menyispkan pesan tentang pentingnya menjaga kualitas diri meski sedang dalam kondisi terpuruk seperti saat ini.

“Kegiatan ini digagas bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa Damer dalam menghadapi kondisi belajar mengajar di era pandemi,” jelas pria yang akrab disapa James itu. Ada tiga poin penting dalam kegiatan yang digelar di lokasi wisata Siwang Paradise sore tadi (16/10/2020). Masing-masing dibawakan oleh pemateri Denissa Luhulima, M.Pd; Franklin Untailawan, M.Pd dan Yamres Pakniany, M.Si.

Loading...

Menurutnya para pemuda dibekali dengan bagamaian memperoleh akses informasi terpercaya dan cepat demi menunjang proses belajar mereka di rumah. Yang kedua yakni belajar membuat tulisan seperti referensi jurnal dan makalah. Serta yang ketiga tentang manajemen waktu.

“Mahasiswa dituntut bisa atur waktu dengan baik. Apalagi dengan banyak webinar tugas-tugas online, nah mereka harus tahu mana yang prioritas apa yang perlu dibuat segera dan ditunda,” lanjut pria yang juga dosen muda Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon itu.

Kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka itu ditutup dengan retret. Menurut James para peserta tak lepas dari aturan protokol kesehatan. Pihkanya mewajibkan mengenakan masker meski sedang berada di alam terbuka. Tak hanya kondisi lokasi yang mendukung memungkinkan mereka tetap menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk ke area wisata.

“Bagusnya kegiatan katong tadi bisa sebagai contoh buat pengunjung yang datang. Katong walau jumlah banyak tapi tetap ketat pakai masker. Nah pengunjung Siwang Paradise pun secara tidak langsung dapat mencontoh hal baik demi menjaga tidak terjadi penyebaran virus covid-19,” terang dia.

Hal ini yang tak boleh luput. Pasalnya Kota Ambon masih berada di zona merah. Meski kegiatan outdoor protokol kesehatan adalah sebuah keharusan. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *