Mahasiswa Desak Kajati Maluku Periksa Kades Leksula

by
Mahasiswa dan pelajar Leksula desak Kajati Maluku periksa Kepala Desa Leksula yang dinilai tidak terbuka kelola dana desa, Kamis (30/1/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Belasan mahasiswa berunjukrasa di Kantor Kejaksaan Negeri Tinggi Maluku (Kejati) kawasan Jalan Sultan Hairun Kota Ambon, Kamis (30/1/2020) siang. Mereka merupakan mahasiswa asal Leksula, Kabupaten Buru Selatan yang mendesak Kepala Kejati Maluku untuk segera periksa Kepala Desa Leksula, John Teslatu.

Oleh mereka, John dinilai tidak terbuka dalam mengelola dana desa dan alokasi dana desa. Selama masa jabatan pertamanya, tak terlihat dampak dan bukti konkrit dari anggaran yang diperuntukkan bagi masyarakat itu.

 

Dalam orasi, mereka menuding John telah menyelewengkan anggaran. Pasalnya ada banyak hal fisik yang hingga ke periode jabatan keduanya tidak ada bukti nnyata perubahan yang dirasakan oleh warga Leksula.

“Ini yang kita tuntut di masa jabatan pertama. Tidak ada pembangunan apa-apa. Jalan putus belum diperbaiki, tidak ada tempat sampah, hingga ke sejumlah barang inventaris desa yang sering dipakai jadi milik pribadi,” ungkap Romi Birolo, Koordinator Lapangan usai berunjuk rasa.

Di sejumlah ruas jalan dalam desa, kata mereka, rusak parah. Padahal itu menjadi akses bagi warga. Namun tidak ada perbaikan sama sekali. Termasuk pembangunan tempat sampah dan sumur yang tertuang dalam program. Menurutnya sampah banyak berserakan lantaran desa tidak memiliki tempat sampah umum. Warga terpaksa memanfaatkan sisi jalan sebagai tempat sampah.

Loading...

Mereka juga menyebut jika mobil sampah malah disewakan untuk kepentingan pribadi. Padahal hal tersebut termasuk dalam belanja dana desa yang mestinya bisa dilihat perubahannya di masyarakat. “Kami minta kepala kejaksaan tinggi untuk turun dan periksa Kepala Desa Leksula. Sebab sama sekali tidak ada pembangunan fisik apapun. Tidak buat apa-apa,” lanjut dia.

 

Mahasiswa Leksula, Bursel demo soal penggunaan dana desa di Kejati Maluku

Janji dan program yang telah disusun selama ini dinilai hanya omong kosong. Sementara masyarajat menanti ada perubahan terutama akses menikmati sejumlah fasilitas di desa. Sekitar satu jam berorasi mereka akhirnya bertemu, Samy Sahetapy Kepala Seksi Penerangan Hukum, Kejaksaan Tinggi Negeri Maluku.

“Laporan dan tuntutaan ini akan kami tindaklanjuti. Akan saya sampaikan kepada kepala untuk membahas ini,” jelasnya di depan pintu gerbang kantor Kejati. Saat bertemu dengan pengunjuk rasa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Leksula (HIPMAL) itu, dia menyebut jika ada juga laporan yang masuk dari Buru Selatan. rerata tentang dugaan penyelewengan dana desa. Karena itu dia berjanji untuk membahasnya bersama pimpinan. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *