Mahasiswa Papua Gelar Aksi Solidaritas Tolak Rasis Ras Melanesia

by
Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan kelompok Ras Melanesia berunjukrasa di persimpangan Gong Perdamaian Kota Ambon, Kamis (3/5), mereka memprotes serangan rasis terhadap mantan Komnas HAM RI, Natalius Pigai di akun facebook.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Puluhan mahasiswa Papua yang mengatasnamakan kelompok Ras Melanesia berunjukrasa di persimpangan Gong Perdamaian Kota Ambon, Kamis (3/5). Aksi ini solidaritas para pemuda  ini sebagai bentuk protes atas serangan rasis terhadap mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Natalius Pigai, yang disandingkan dengan Gorilla dalam group facebook “Jokowi Presidenku”.

Dalam aksinya yang juga didukung mahasiswa Maluku ini, mereka meminta Presiden Jokowi segera mengambil langkah tegas dan memproses hukum penyebar luas rasisme terhadap bangsa Melanesia dalam media sosial itu. Abner Holago, koordinator aksi dalam orasinya mengatakan, postigan yang diunggah akun Siti  Fatimah dan Inda Gantini menandakan saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam keadaan darurat kemanusiaan.

“Harga diri kami sebagai bangsa Melanesia telah dinjak-injak tapi Pemerintahan Joko Widodo masih membiarkan penyebarluas Rasis berkeliaran. Itu sama artinya NKRI dalam darurat kemanusiaan,” kata Holago dalam aksinya di Gong Perdamaian Ambon. Menurutnya, Papua menyimpan masa depan Bangsa Indonesia non Malenesia, dimana kelebihan jumlah penduduk dan kemiskinan rakyat Pulau Jawa, bisa diselamatkan oleh alam Papua. “Daerah kami adalah dapur bangsa Indonesia,” ujarnya.

Semetara itu ditempat yang sama, Abraham Tulalessy, Ketua Yayasan Satu Darah Maluku mengatakan, sebagai bagian dari bangsa Melanesia, dirinya ikut tersinggung atas postingan terhadap Natalius yang disandingkan dengan Gorilla di akun facebook itu. “Ini menganggu kami sekali sebagai satu ras Melanesia,” kata Abraham.

Tidak ingin harga diri ras Melanesia dilecehkan, dia mengaku, akan segera melaporkan tindakan rasis tersebut ke Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri).”Kandungan sumber daya alam kami sudah diambil, jangan mau harga diri kita diambil juga, makanya kita akan segera melaporkan hal ini,” ujarnya. Pantauan teras Maluku.com aksi tersebut berjalan lancar dan dikawal ketat oleh anggota kepolisian. Selain di persimpangan Gong Perdamaian, aksi juga digelar di sejumlah titik di  Kota Ambon. (IAN)