Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Unpatti  Gelar Seminar Hasil SMI

by
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Unpatti Gelar Seminar Hasil SMI di Aula Kampus PGSD Unpatti Ambon, Selasa (6/3).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Setelah menjalani Studi Masyarakat Indonesia (SMI) di Desa atau Ohoi Elaar Lamagorang Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) selama sepekan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Patimura (Unpatti) Ambon mengelar seminar hasil pengkajian bidang melalui SMI di Aula Kampus  PGSD Unpatti Ambon, Selasa (6/3).

Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unpatti, Amjad Salong S. Pd M.pd kepada Terasmaluku.com mengungkapkan, selama ini mahasiswa hanya dibekali dengan teori, sehingga tujuan dari kegiatan ini agar mahasiswa dapat mengenal kembali kehidupan sosial masyarakat. “Dengan adanya perkembangan teknologi dan budaya-budaya asing tatanan kehidupan sosial itu hilang, sehingga dengan adanya mata kuliah ini bisa mengembalikan citra dan jati diri masyarakat itu sendiri,” katanya.

BACA JUGA :75 Mahasiswa FKIP Unpatti Ikut Program SMI di Malra

Menurut Amjad, rata-rata di Maluku budaya aslinya sudah hilang karena telah ditelan oleh perkembangan teknologi. “Dengan mata kuliah MSI ini kita bisa kembali dan membuat suatu kesan bahwa generasi Maluku itu punya ragam budaya, hal ini yang menjadi sasaran utama kita,” kata Amjad.

Amjad mengungkapkan, setelah menjalani program SMI di Desa atau Ohoi Elaar Lamagorang, mahasiswa harus bisa menggali bukti-bukti sejarah dan budaya yang telah hilang. Ia menyebutkan, di desa tersebut banyak materi, bahan yang  didapatkan mahasiswa, terdapat lima bidang yang telah dikaji yakni dari sisi keagamaan, pemerintahan, ekonomi, sosial dan budaya.

“Dari lima bidang yang telah dikaji ini membuat mahasiswa bisa mengetahui bagaimana tatanan kehidupan masyarakat secara lokal,” terangnya. Dalam seminar ini para mahasiswa secara berkelompok mempresentasi lima bahasan topik  yang ditemukan saat kegiatan SMI tersebut.(IAN)