Mahasiswa Unidar Ambon  Demo Tolak  Naiknya Biaya STNK, BPKB  dan Tarif Listrik

by
Demo mahasiswa Unidar Ambon di persimpangan Gong Perdamaian Ambon, Kamis (12/1). Foto : IAN

AMBON- Puluhan mahasiswa Universitas Darussalam (Unidar) Ambon berunjuk rasa memprotes naiknya  biaya pengurusan administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku P‎emilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Selain itu mahasiswa juga memprotes  kebijakan pemerintah pusat  mencabut subsidi listrik pelanggan berdaya 900 Volt Ampere (VA) terhitung mulai 1 Januari 2017 sehingga menyebabkan naiknya tarif listrik untuk  daya ini. Aksi demo berlangsung di  perempatan Gong Perdamaian Ambon, Kamis (12/1) siang.

Mahasiswa menilai kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang berlaku 1 Januari itu sangat memberatkan warga. Karena itu mereka minta Presiden meninjau ulang kenaikan tersebut.

Loading...

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unidar Ambon Abdul Fajrin Soulisa dalam pernyataan sikapnya menyatakan, Presiden Jokowi  dan Wapres Jusuf Kalla merupakan pasangan yang mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia, dengan sejumlah visi besar, diantaranya mensejahterakan  rakyat.

Agenda besar yang menjadi visi dan misi tersebut merupakan harapan masyarakat Indonesia kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Sayangnya dalam kepemimpinan selama 2 tahun lebih, Presiden  dan Wapres tak dapat memberikan perbaikan hidup kepada masyarakat, justru kebijakan pemerintah   memperberat masyarakat Indonesia.

“Kini masyarakat menjadi korban atas kebijakan  pemerintah pusat dengan mengeluarkan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang naiknya tarif dasar listrik (TDL) berdaya 900 VA,  serta kebijakan kenaikan biaya pembuatan STNK dan BPKB,” ujar Soulisa.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat dan bertolak belakang dengan visi dan misi besar Presiden Jokowi. “Maka kami menyatakan sikap menolak keras kenaikan biaya  pembuatan  STNK dan BPKB, menolak naiknya tarif listrik dan turunkan harga pangan nasional,” kata Soulisa.  Aksi unjuk rasa mendapat pengawalan aparar Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Leass. Setelah berorasi, pendemo kemudian membubarkan diri. (IAN)