Maluku Harus Bentuk Duta Perubahan Perilaku Adaptasi Kebiasaan Baru

by
anggota DPRD Maluku Eddyson Sarimanella. FOTO : ISTIMEWA 

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku sudah harus membentuk Duta Sosialisasi Perubahan Perilaku Adaptasi Kebiasaan Baru di 11 kabupaten kota di Maluku. Hal itu penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Maluku.

“Saya kira untuk memutus mata rantai COVID-19 penting bagi pemerintah membentuk Duta Perubahan Perilaku Adaptasi Kebiasaan baru di seluruh kabupaten dan kota di Maluku,”kata anggota DPRD Maluku Eddyson Sarimanella saat dihubungi Terasmaluku.com, Sabtu (14/11/2020).

Eddyson mengatakan, Pemprov Maluku sudah harus membentuk Duta Perubahan Perilaku untuk mensosialisasikan kebiasaan hidup baru,  dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman perubahan perilaku di masa pandemi COVID-19.

Loading...

“Nanti kita dorong agar Pemprov bisa membentuk Duta Perubahan Perilaku dalam rangka mensosialisasikan kebiasaan hidup baru dengan menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, jaga jarak fisik, hindra kerumuman warga dan selalu mencuci tangan,”ujarnya.

Anggota tim pengawasan COVID-19 DPRD Maluku ini juga mengatakan, Duta Perubahan Perilaku dalam rangka mensosialisasikan kebiasaan hidup baru tak hanya di zona kuning dan oranye. Namun di daerah yang zona hijau juga ada, sehingga masyarakat perlu untuk menjaga protokol kesehatan sehingga tidak terjadi klaster baru COVID-19.

“Duta Perubahan Perilaku dalam rangka mensosialisasikan kebiasaan hidup baru itu juga ada di daerah yang kategori zona hijau agar mereka sosialisasi bagimana pentingnya masyarakat menjaga protokol kesehatan dengan mencuci tangan, pakai masker dan jaga jarak,”pungkasnya.

Sebelumnya Pemkot Ambon juga sudah membentuk Duta Perubahan Perilaku yang bertugas mensosialisasikan ke masyarakat tentang protokol kesehatan agar selamat dari covil-19. (NAIR FUAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *