Maluku – Malut Tandatangani MoU Kerjasama Pengembangan Wilayah

by
Gubenur Maluku dan Gubernur Malut Tandatangan MoU di KM. Doro Londo, Kamis (6/4). FOTO : ADI (TERASMALUKU)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff dan Gubernur Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Ghani Kasuba, menandatangani Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerjasama di Bidang Perencanaan, Pembangunan dan Pengembangan Wilayah.

Nota kesepahaman ditandatangani kedua gubernur di sela-sela Musyawarah Rencana Pengembangan (Musrenbang) Bersama Provinsi Maluku dan Provinsi Malut, Kamis (6/4) di atas KM Doro Londa dalam pelayaran dari Ambon (Maluku) menuju Ternate.

PenandatangananMoU disaksikan Ketua Bappeda Maluku Antonius Sihaloho, pejabat Pemprov Malut, dan pimpinan DPRD kedua provinsi itu. Dalam sambutannya ketika membuka Musrenbang bersama ini, Gubernur Assagaff mengatakan, moment Musrenbang ini sebagai dorongan dalam membangun kerjasama regional dalam menyusun program bersama guna menumbuhkan sektor ekonomi di Maluku dan Malut.

“Melalui forum Musrenbang ini, perlu didiskusikan berbagai permasalahan yang muncul terkait rendahnya kontribusi regional PDB Maluku – Malut dan Papua untuk pendapatan negara. Karena berkaitan dengan kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU) dan sumber dana lainnya untuk pembangunan ke depannya,” tandasnya.

Assagaff menyatakan, persamaan kedua wilayah yang pernah berada dalam satu wilayah pemerintahan inilah yang menjadi dasar digelarnya Musrenbang Bersama. Maluku-Malut kata Assegaff memiliki hubungan yang erat secara geologis, geografis, dengan flora dan fauna yang terbentuk dalam ekosistem Wallace, sebagai satu kesatuan Kepulauan Maluku. “Musrenbang bersama di atas kapal ini, merupakan perjalanan historis untuk membangun wilayah Maluku dan Malut,”tuturnya.

Secara geneologis menurut  Assagaff, penduduk Kepulauan Maluku telah tercampur dan membentuk sistem budaya yang mirip, namun tersebar dalam koloni kepulauan yang masing-masing memiliki ciri tersendiri.  Selanjutnya, tentang perencanaan pembangunan Maluku ke depan, dia katakan, akan didasarkan pada karakteristik kepulauan yang didominasi pulau-pulau kecil didukung pemandangan bawah laut yang fantastis dan sejarah historis yang panjang, yang menjadi trend tersendiri dalam pengembangan Maluku ke depannya.

Senada dengan Assagaff, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba menilai, Musrenbang di kapal ini merupakan sesuatu yang luar biasa, mengingat kedua wilayah pernah bertahun-tahun satu provinsi. Baru tahun 1999, Malut yang waktu itu adalah salah satu kabupaten di Maluku, mekar menjadi provinsi baru.

Menurut Kasuba, ini memberikan gambaran, bahwa kita harus kembali ke laut dengan mengelola potensi laut yang begitu besar. Karena itu Musrembang bersama di kapal yang digagas Provinsi Maluku ini, setelah dilihat sekarang ini luar biasa, persaudaraan dibangun kembali.

“Hari ini saya merasa kembali di awal-awal 1990-an saat kita mengandalkan kapal. Ini sesuatu yang luar biasa bagi saya mengingatkan kita bahwa Maluku dan Malut ini adalah kawasan laut, sebab daratannya hanya 20 persen lebih,”kata Kasuba. “Yang tadinya sempat terputus akses transportasi antara Maluku dan Malut, dari Ternate ke Ambon, sekarang sudah mulai lancar kembali,” katanya lagi. (ADI)