Maluku Masuk 10 Besar Daerah Paparan Covid, Masyarakat Harus Kompak

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Provinsi Maluku masuk dalam 10 besar daerah dengan tingkat penyebaran virus corona tertinggi. Dari data yang diterbitkan BNPB jumlah kasus terpapar di Maluku mencapai 117 kasus per 2 Oktober. Jumlah itu tertinggi dari Sumatera Barat yang mencapai 114 kasus.

Hal ini bukanlah sebuah pencapain keberhasilan. Melainkan harus menjadi peringatan tegas bagi warga di Maluku untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Bahkan dalam laporan pemerintah kota, Ambon kembali masuk dalam zona merah. Padahal tadinya walikota telah mengumumkan Ambon turun ke zona oranye. Artinya ini menjadi kemunduran keberhasilan penerapan protkol kesehatan di kota.

“Kami masuk zona merah karena kami punya skor itu masih di bawah dua, kenapa sampai begitu? karena dampak dari pergerakan masyarakat yang cukup tinggi ini. Kami berharap ada kesadaran masyarakat,” kata Richard, pada Selasa (11/8/2020).

Loading...

Satgas covid terus mengupayakan warga agar tetap dan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman saat berbicara dengan orang di tempat ramai.

Tidak hanya pemerintah tapi masyarakat pun harus kompak, bersama-sama mendukung upaya agar lekas keluar dari zona merah.

Doni Munardo, Kepala BNPB Nasional menyatakan bila pencegahan tidak dimaksimalkan, maka rumah sakit akan lebih banyak terisi pasien COVID-19. Oleh sebab itu, Doni meminta agar masyarakat dapat lebih mematuhi anjuran pemerintah, WHO, pakar epidemiologi dan pakar kesehatan terkait penerapan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Kalau tidak ada upaya maksimal dalam proses pencegahan, maka rumah sakit akan banyak terisi oleh pasien COVID. Dan kita harus menjadikan dokter, tenaga kesehatan, sebagai benteng terakhir bangsa kita,” jelas Doni.

Masyarakat dalam hal ini harus dapat memahami betapa pentingnya menjaga diri dan tetap patuh dengan protokol kesehatan. Doni mengharpkan agar upaya ini dilakukan bersama-sama baik dari instrument pusat, maupun di daerah, dengan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas. (PRISKA BIRAHY) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *