Maluku Masuk Daerah Rawan Saat Pemilu, Ini Langkah Kapolda Cegah Konflik

by
Dari kiri, Danlamal IX Ambon Laksma TNI Antongan Simatupang, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Marga Taufik, Danlanut Pattimura Kolonel Pnb Antariksa Anondo dan Kepala BIN Daerah Maluku Brigjen TNI Khairully berfoto usai apel gelar pasukan pengamanan Pemilu di Lapangan Upacara Tahapary Polda Maluku, Tantui Ambon, Jumat (22/3/2019). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Provinsi Maluku masuk daerah rawan saat Pemilu 2019 dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019 yang dirilis Bawaslu, Maluku berada di urutan keempat daerah rawan setelah Sumatera Barat, Yogjakarta, dan Papua Barat urutan pertama saat Pemilu untuk memilih anggota Legislatif (DPD RI, DPR, dan DPRD) dan Presiden-Wakil Presiden Pilres pada 17 April 2019.  Kerawanan itu berupa rawan pelanggaran Pemilu, sengketa Pemilu dan rawan keamanannya.

Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa rupanya tidak kaget dengan IKP Bawaslu RI itu. Karena menurutnya saat Pilkada serentak Juni  2018,  Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Maluku bahkan masuk urutan kedua IKP dari Bawaslu. Meski begitu Kapolda mengakui Pemilu di Maluku tetap  rawan. Karena itu pihaknya bersama TNI selalu siaga atas kerawanan itu.

Pangdam dan Kapolda menjadi pemimpin upacara apel gelar pasukan

“Awalnya saat Pilkada, kita (Maluku) rangking kedua (IKP) dari Bawaslu. Dan di Pemilu agak terun lagi jadi rangking empat, tapi tetap saja rawan. Rawan atau tidak rawan, TNI Polri selalu ready for you siap, tidak boleh main-main, tidak boleh anggap remeh, harus jauh lebih serius,” kata Kapolda kepada pers usai apel gelar pasukan pengamanan Pemilu di Lapangan Upacara Tahapary Polda Maluku, Tantui Ambon, Jumat (22/3/2019).

BACA JUGA : Sebut Daerah Rawan Konflik Saat Pemilu, Kabid Humas : Sebagai Orang Maluku Saya Protes Bawaslu RI

Apel pasukan ini dipimpin langsung Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Marga Taufik dan Kapolda Maluku. Lalu apa langkah yang dilakukan jajaran Polda Maluku untuk mengantisipasi IKP Bawaslu RI itu, Kapolda mengungkapkan banyak cara dilalukan untuk mengantisipasinya. “Yang pertama harus lebih serius, lebih kompak, lebih solid lagi TNI Polri dan seluruh komponen masyarakat,” kata Kapolda.

Loading...

 

Selanjutnya menurut Kapolda, aparat keamanan harus meningkatkan latihan-latihan,  seperi Latihan Sistim Pengamanan Kota (Siskamkota) yang digelar Polda Maluku, Rabu (20/3/2019). “Latihan semua, latihan sekecil apapun, (anggota) harus kita bekali, perundang-undangan Pemilu kita baca, meningkatkan pendekatan kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif, situasi Kamtibmas juga terus kita lakukan,” kata Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga minta para elit politik harus siap menang dan siap kalah. “Kalau kalah tidak boleh marah, kalau menang tidak boleh euphoria, itu hal yang harus dipegang. Karena pemilu itu, kita memilih pemimpin bukan mengaduh domba pemimpin. Intinya kita (para elit) harus siap menang, juga harus siap kalah,”kata Kapolda. Ia yakin jika hal itu dilakukan maka apa yang diprediksikan Bawaslu tersebut tidak akan terjadi di Maluku.

Kapolda menegaskan untuk mengamankan jalannya Pemilu,  pihaknya mengerahkan lebih dari 5556 personil Polda Maluku. Jumlah tersebut belum termasuk kekuatan TNI. “Untuk pengamanan Pemilu, keseluruhan kita (kerahkan) 5556 dan di back up (didukung)  TNI,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, Pemilu  kali ini cukup sulit bila dibandingkan  Pemilu sebelumnya. Karena kali ini ada lima objek pemilihan, yakni memilih DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPD RI dan memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden, dan itu membutuhkan waktu lama. Selain itu, sistim penentuan kursi legislatif juga ada perubahan.

Pangdam mengatakan pihaknya menyiagakan kurang lebih dua batalyon untuk memback up Polda Maluku dalam pengamanan Pemilu nanti.  Pasukan tersebut merupakan pasukan organik Kodam 16 Pattimura dan Satgas TNI dibawa kendali Kodam Pattimura.

Pangdam juga mengatakan TNI dan Polri di Maluku sangat solid mengamankan jalannya Pemilu nanti. “TNI Polri, solid sekali.  Ini Pangdam Kapolda, dan saya unsur TNI, darat laut dan udara ada semua di sini (gelar pasukan), kita  solid sekali. Dalam arti solid bukan hanya soal fisik akan tetapi non fisik juga. Kita  sudah siap amankan pemilu di daerah yang menjadi tanggungjawab kita,” kata Pangdam. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *