Maluku Menyongsong Masa Depan, Wawancara Bersama Pdt Dr John Ruhulessin

by
Pdt John Ruhulessin

HARI  ini, Rabu (24/4/2019)  Maluku memasuki babak sejarah baru. Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2019-2024, Drs Murad Ismail dan Drs Barnabas Orno dilantik oleh Presiden RI, Joko Widodo. Beberapa waktu yang lalu pada suatu kesempatan di Jakarta Kontributor Terasmaluku.com, Rudy Rahabeat (RR) melakukan wawancara bersama Pdt Dr John Ruhulessin (JR), mantan Ketua Sinode GPM dan akademisi UKIM Ambon terkait kepemimpinan yang baru itu. Berikut petikannya.

RR: Apa yang hendak disampaikan berkaitan dengan agenda pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang baru periode 2019-2024?

JR: Pertama-tama saya menyampaikan selamat kepada Pak Murad Ismail dan Pak Barnabas Orno atas kepercayaan rakyat kepada beliau berdua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2019. Tentu apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada Pak Said Assagaf dan Pak Ety Sahuburua selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode sebelumnya. Mereka semua merupakan putra terbaik Maluku yang telah dan akan memberi darma baktinya bukan saja bagi Maluku tetapi juga bagi bangsa dan negara serta kemanusiaan. Saya sebagai warga Maluku tentu bangga bahwa Pilkada telah berlangsung damai dan terpilih pemimpin yang akan menakhodai Maluku lima tahun ke depan menuju masa depan yang lebih gemilang.

RR: Apa harapan Bapak terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang baru ini?

JR: Tentu saja kami berharap melalui kepemimpinan yang baru Maluku makin maju di era yang berubah kian cepat ini. Tantangan yang dihadapi tentu makin kompleks dan terus dinamis. Olehnya dibutuhkan sosok pemimpin yang kuat dan merangkul seluruh potensi yang ada di Maluku maupun dan luar Maluku. Demikian pula kerjasama dan jaringan (network) perlu terus diperluas agar dapat mewujudkan visi misi yang sudah dicanangkan. Semuanya tentu bermuara pada kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Maluku. Berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki Maluku baik di darat maupun di laut mesti dikembangkan seoptimal mungkin demi kesejahteraan masyarakat. Dan yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat menopang pembangunan di daerah seribu pulau ini.

RR: Apa saja tantangan yang dihadapi dalam perjalanan Maluku ke depan?

JR: Maluku mesti diletakan dalam tiga perspektif yakni lokal, nasional dan global. Berbagai persoalan dan potensi lokal mesti dapat dikelola dengan baik dan optimal.  Demikian pula daya tawar dan komunikasi di aras nasional merupakan hal yang fundamental. Dalam konteks ini, Pak Murad sebagai mantan Dankor Brimob RI memiliki akses dan jaringan nasional yang kuat. Kita berharap beliau dapat mengoptimalkan hal ini demi kemajuan Maluku. Selain itu, Maluku juga mesti hadir di pentas global. Potensi yang dimiliki Maluku mesti dikembangkan agar dapat memiliki kualifikasi global. Saya kira dinamika pada tiga aras ini mesti dikelola secara seimbang demi masa depan Maluku yang gemilang. Tantangan yang dihadapi tentu banyak. Tetapi kita mesti optimis bahw kita dapat mengatasi tantangan tersebut dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan seperti dalam ungkapan “ale rasa beta rasa” serta nilai-nilai kearifal lokal yang mendorong kita untuk terus maju. Dalam kaitan ini filosofi “Baileo” menjadi penting dan menarik. Di Baeleo itu terjadi dialog dan komunikasi untuk bersama-sama memikirkan dan bertindak untuk kesejahteraan bersama. Dari Baileo itulah api semangat dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi daerah ini dapat terus dinyalakan.

RR: Bagaimana kontribusi masyarakat termasuk agama-agama dalam mewujudkan Maluku yang damai, adil dan sejahtera dalam momentum kepemimpinan yang baru ini?

JR: Tentu masyarakat adalah subjek dan mitra pemerintah daerah. Partisipasi dan peran aktif masyarakat sipil sangat penting, termasuk dunia pendidikan dan perguruan tinggi di Maluku. Produksi gagasan dan ide serta skema-skema pengembangan daerah dapat dikedepankan masyarakat, termasuk masyarakat ilmiah agar menjadi masukan bahkan rujukan bagi pemerintah daerah untuk kebijakan pembangunan. Demikian pula agama-agama memiliki panggilan dan tanggungjawab moral untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan ksejahteraan. Sebab bukankah misi agama-agama adalah juga mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat. Selain itu, perlu terus dibangun dialog dan kerjasama agama-agama yang intensif dan agama-agama  mesti berkontribusi di ruang publik secara signifikan. Dalam kaitan ini, saya juga berpendapat bahwa panggilan dan revitalisasi kearifan lokal dan religiusitas lokal sangat perlu di era global ini.

Demikian perspektif Pendeta Dr John Ruhulessin dalam kaitan dengan momentum kepemimpinan Maluku yang baru. Ada optimism dan harapan agar melalui Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang baru ini, Maluku makin maju dan sejahtera. Provinsi yang memiliki kontribusi sejarah pada awal kemerdekaan bangsa ini, tentu perlu terus berbenah dan mengoptimalkan semua potensinya, sebab dunia yang dihadapi dan dihidupi saat ini semakin kompleks sekaligus membutuhkan sentuhan kemanusiaan dan keadaban publik. (RR)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *