Maluku Rawan Ujaran Kebencian, Mafindo Ambon Gelar Lokakarya Jelang Pemilu

by
Marvin Laurens koordinator Mafindo Ambon menyebut perlu tindak nyata menekan ujaran kebencian di Maluku. Apalagi Maluku ada di peringkat keempat tingkat kerawanan (19/2/2019). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dua bulan jelang pemilihan umum presiden wakil presiden juga calon legislatif masyarakat anti fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar lokakarya ‘Melawan Hasutan Kebencian’.

Hal itu didasarkan pada daerah-daerah yang berpotesi dan berada pada tingkat kerawanan ujaran kebencian dan hoax. Maluku termasuk daerah urutan keempat wilayah merah atau rawan terhadapa ujaran kebencian.

Sekretaris Mafindo Ambon, Marvin Laurens mengungkapkan hal itu. “Maluku masuk urutan nomor empat. Ada beberapa kota yang menggelar lokakarya ini,” sebutnya kepada Terasmaluku.com di Hotel The City Ambon, Selasa (19/2/2019).

Marvin yang ditemui di sela lokakarya mengatakan, lokakarya ini sebagai upaya untuk menekan kemunculan hoax serta ujaran kebencian yang melesat di lini masa. Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina yang bekerjasama menggelar kegatan tersebut menitikberatkan pada jaringan masyarakat untuk mengantisipasi kemunculan ujaran kebencian maupun hoax jelang 17 April mendatang.

Cek kembali berita atau postingan di lini masa sebelum disebarluaskan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Ambon, lanjut Marvin punya punya cacatatan kasus serupa. “Yang terakhir itu 2018 soal postingan yang menghasut saat kejadian baku lempar. Itu disebarkan via facebook,” terangnya mengingatkan.

Menurutnya, facebook paling banyak dipakai sebagai media penyebar berita bohong yang dapat mengadudomba berbagai pihak. Untuk itu pada hari kedua lokakarya mafindo juga mengahdrikan perwakilan facebook untuk membahas berbagai fitur dan cara menepis konten-konten yang tidak jelas pada hari kedua besok (20/2).

Pada kesempatan itu Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Abdullah Ely juga hadir dan berkomentar terkait potensi terjadi ujaran kebencian pun hasutan jelang hari besar pada April. “Hasil lokakarya bisa menjadi langkah antisipatif pada forum-forum di masyarakat. Soal berita hoak yang biasanya disebar melalui media sosial,” katanya usai memberi sambutan pagi.

Dia pun tak menampik bahwa Maluku masuk urutan keempat tingkat kerawanan. Dengan ujaran keencian yang mendominasi. Berbeda dengan di Jawa Barat yang lebih mendominasi soal agama. Yang terpenting menurut Ely, masyarakat tetap menggunakan hak pilih pada pemilihan nanti. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *