Maluku – Sulsel Tandatangani MoU Bernilai Triliunan

by
Gubernur Maluku dan Gubernur Sulsel membuka Misi Dagang dan Pameran Produk Komoditi Unggulan Sulsel yang di Maluku City Mall (MCM) Ambon pada Minggu (30/7). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penandatanganan (Memorandum of Under Standing/MoU) terkait suplai pangan. Penandatanganan bersamaan dengan dibukanya Misi Dagang dan Pameran Produk/Komoditi Unggulan Sulsel yang berlangsung   di Maluku City Mall (MCM) pada Minggu (30/7).

Penandatanganan MoU dilakukan Kepala Perum Bulog Devisi Regional (Divre) Maluku Mahmud Hentihu dengan Kepala Divisi Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Dindin Syamsuddin. Ikut menandatangani MoU tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku Elvis Pattiselano, Kadis Perindag Sulsel Hadi Basalamah, Gubernur Maluku Said Assagaff dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Kegiatan kita ini  diketahui Presiden Joko Widodo. Ketika Kamis (27/7) lalu saya dan Pak Gub Sulsel rapat bersama para gubernur dan bupati walikota se-Indonesia, saya sampaikan soal rencana kegiatan misi dagang ini,” ujar Gubernur Maluku Said Assagaff, sesaat sebelum pembukaan acara Misi Dagang dan Pameran itu.

Assagaff katakan, kegiatan ini menindak lanjuti perintah Presiden pada Rapat Terpadu Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan ditanda tanganinya MoU antara Maluku dan Sulsel di enam aspek kerjasama yang akan diimplementasikan dari Agustus-Oktober 2017.

Produk yang dikerjasamakan tersebut adalah ikan, rumput laut dari Maluku ke Sulsel dan empat komoditas dari Sulsel ke Maluku yaitu beras, gula pasir, cabe dan bawang merah serta peningkatan dan pengembangan UMKM. Kerjasama ini dimulai Agustus 2017 dengan enam komoditi yang  bernilai triliunan rupiah.

Gubernur Assagaff berharap, melalui kerjasama ini, kondisi ekonomi masyarakat di Maluku bisa semakin meningkat. “Semoga ke depan, kerjasamanya bisa lebih luas ke bidang-bidang lainnya, dalam waktu lima sampai 10 tahun ke depan,” harap Assagaff.

Gubernur Maluku Gubernur Sulsesl tandatangan MoU

Sementara itu,  Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara berkelakar menyebutkan, dia membagi delegasi Sulsel datang ke Ambon ini karena perintah Gubernur Maluku, yang ingin rakyat dan daerahnya maju dan ekonominya lebih berkembang lagi.

“Sangat penting pemimpin dan pemerintahan yang hatinya untuk rakyat. Pikirannya dan segala dayanya untuk kemajuan daerah. Dan saya bukan basa-basi bicara begitu. Itu dimiliki oleh pemerintahan di Maluku saat ini,” ujar Gubernur Syahrul.

Gubernur  Syahrul mengatakan, Indonesia ini kaya raya, masyarakatnya harus bersatu. Jangan ada yang mau maju sendiri. “Jangan mau ‘ngisap-ngisap’ sendiri. Itu gaya Belanda. Sekarang ini kita sama-sama yuk. Oleh karena itu kita satukan kekuatan ini. Karena sumber daya alam kita luar biasa,” tandasnya.  Menurut Syahrul, Indonesia  memiliki segalanya. Di laut hidup, di darat, di pulau. Kita miliki semuanya.

“Ayo kita dayagunakan itu dengan maksimal. Tinggal datangkan teknologi, kita contohkan yang baik. Sebab pasti banyak kelebihan Maluku yang tidak ada di Sulsel, dan pasti banyak kelebihan Sulsel yang tidak ada di Maluku, kita tinggal change,” tuturnya.

Gubernur Syahrul lantas berjanji, siap mendukung Gubernur Assagaff, dengan rencana-rencana besarnya. Karena menurutnya, Maluku juga harus bisa menembus dunia. “Kemarin-kemarin kita cuma bicara dikit-dikit, sekarang kita bicara ekspor sama-sama. Sekarang untuk sementara ekspor lewat Sulsel. Besok-besok Maluku sudah bagus, tidak usah ke Makassar lagi. Maluku sendiri yang langsung ekspor,” ujar Syahrul optimis.

Misi dagang Pemprov Sulsel ini, melibatkan sebanyak 120 peserta, diantaranya SKPD terkait, Perbankan, Pelindo IV, PT Tonasa, Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulsel, dan 45 pelaku UMKM. Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah pada kesempatan yang sama menyebutkan, kegiatan ini akan menegaskan bahwa Sulsel adalah daerah yang potensial yang punya prospek mensuplai perdagangan domestik di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Selain penandatanganan MoU, pada kegiatan ini di pameran juga produk UMKM yang produknya telah terverifikasi. Akan ada kontak bisnis to bisnis dan penyerahan KUR yang dilakukan tiga perbankan, yaitu BRI, BNI, dan BPD,” sebutnya.(ADI)