Maluku Zona Merah Covid, Ini Langkah Yang Harus Dilakukan Agar Tekan Laju Peningkatan Kasus

by
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung menyebutkan langkah yang harus dilakukan dalam menekan laju peningkatan kasus Covid-19 di Maluku saat ini adalah dengan menggenjot capaian Vaksinasi di kabupaten/kota agar herd immunity atau kekebalan kelompok terbentuk.

Seorang warga Kota Ambon mendapatkan suntikan vaksin covid-19 dari vaksinator dalam program serbuan vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (26/6/2021). FOTO : TERASMALUKU.COM

Apalagi sampai dengan saat ini, capaian vaksinasi di Maluku baru mencapai 19 persen dari total 1,3 juta sasaran yangharus divaksinasi dan itu terbilang masih sangat rendah.

Selain itu, taat protokol kesehatan juga perlu ditingkatkan lagi.

Langkah ini dipenting dilakukan menginggat saat ini Maluku naik status ke Zona Merah Covid-19 atau Resiko Tinggi. Bahkan di Maluku ada dua kabupaten/kota yakni Ambon dan Kepulauan Aru yang juga Zona Merah Covid-19.

BACA JUGA : TERUPDATE, Maluku Naik Status “Zona Merah” Covid-19 Begitu Juga Kepulauan Aru

Naiknya status Maluku ke Zona Merah dari sebelumnya Zona Orange itu tidak terlepas dari peningkatan kasus aktif dan kasus kematian pasien Covid-19 yang terbilang sangat signifikan belakangan ini.

“Yang harus dilakukan sekarang adalah menggenjot vaksinasi supaya cepat tercapai herd Immunity. Yang kedua menyadarkan masyarakat supaya betul-betul menjaga protokol kesehatan dan hindari tempat kerumunan,”tuturnya saat diawancarai Rabu (14/7/2021) via seluler.

Tidak hanya itu saja, pembatasan mobilitas keluar masuk orang juga perlu dilakukan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kota Ambon.

“Itu sebabnya Kota Ambon sudah mengeluarkan aturan yang lebih tegas termasuk pembatasan mobilitas orang masuk dari luar Ambon harus negatif PCR terutama dari daerah Zona Merah. Selain itu keluar masuk orang juga harus diperketat pemeriksaannya sambil sosialisasi terus,”sambungnya.

Bukan hanya itu saja, guna memastikan kondisi kesehatan semua petugas tim kesehatan juga dilakukan Pemeriksaan Rapid Test Antigen berkala. “Sekarang tim-tim kesehatan juga dilakukan rapid antigen berkala untuk telusuri, ternyata hasilnya positif juga,”bebernya. (Ruzady)