Mantan Menteri Agama RI Apresiasi Kontribusi Pdt Dr Yacob Nahuway

by
Pdt Dr Yacob Nahuway. FOTO : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Drs H Lukman Hakim Saefuddin, menyatakan rasa dukacita yang mendalam atas berpulangnya pendiri Gereja Betel Indonesia (GBI) Mawar Saron, Pdt Dr Yacob Nahuway. Ia juga mengakui kontribusi Pdt Nuhaway dalam membangun moderasi kehidupan beragama di Indonesia.

“Malam ini kita semua berada di sini dalam rangka ikut mengantar kepulangan orang tua kita. Beliau berpulang dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kembali bersamaNya,” ungkap Saefuddin mengawali testimoninya pada ibadah penghiburan wafatnya Pdt Yacob Nahuway yang berlangsung di GBI Mawar Saron Jakarta malam ini (2/2/2021).

Selanjutnya mantan Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu II dan Kabinet Kerja ini menyatakan bahwa kematian selalu saja dimaknai dalam dua cara pandang atau perspektif. Sebagian kalangan menyikapi kematian dengan penuh duka. Itulah kenapa kita sering mendengar ungkapan turut berdukacita, belasungkawa.

“Tentu kita berduka, kita bersedih karena kita telah tidak lagi bisa bersama dengan yang berpulang, dengan Bapak Yakob Nahuway. Kita tidak bisa lagi mendengar kotbah-kotbah beliau, nasihat-nasihat, ceramah-ceramah keagamaan beliau, karena kita telah ditinggal oleh beliau. Dan itulah kesedihan, duka yang kita rasakan,” ungkap Saefuddin.

Namun dalam perspektif yang kedua, lanjutnya kematian hakekatnya adalah kebahagiaan, khususnya bagi yang berpulang, bagi yang mengalaminya. Karena itulah saat-saat yang oleh semua umat beragama menjadi sesuatu yang didambakan. Karena kita pada hakekatnya bersama dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kepulangan adalah sebuah medium untuk kita kembali bersama kepada Sang Pencipta. “Dan tidak ada kebahagian yang lebih selain pulang. Pulang kepada Sang Pencipta. Oleh karenanya kita hantar kepulangan orang tua Bapak Yakob Nahuway dengan iringan doa mudah-mudahan beliau berpulang dengan penuh kedamaian,” katanya lagi.

Menurut Saefuddin, Pdt Nahuway beberapa kali menjumpainya di kantornya, selain untuk bersilahturami sekaligus menjelaskan pergumulan umat Kristiani di Indonesia.“Saya menjadi saksi bahwa sumbangsih dan kontribusi beliau sangatlah besar, khususnya dalam ikut mempromosikan dan mengedepankan kehidupan keagamaan yang moderat,” ungkap Saefuddin.

“Beliau dalam banyak kesempatan selalu bicara tentang moderasi dalam beragama, moderat dalam ber-Kristen, dan itu adalah modal sosial yang sangat besar tidak saja dalam rangka menjaga dan merawat kehidupan keagamaan kita, tetapi sekaligus merawat keindonesiaan kita. Indonesia yang agamis. Indonesia yang meskipun beragam dan majemuk, tetapi setiap keragaman itu tetap memegang nilai-nilai agama dalam menjalani kehidupan kemasyarakat, kebangsaan dan kehidupan bernegara,” ungkapnya lagi.

Demikianlah testimoni yang disampaikan mantan Menteri Agama RI ini mengenang dan mengapresiasi hidup dan karya Pdt Dr Yacob Nahuway, salah satu tokoh agama Kristen di Indonesia asal Nusa Laut Maluku, yang meninggal pada hari Selasa, 2 Pebruari 2021 di Jakarta. (Rudy Rahabeat, Kontributor Terasmaluku.com)