Mapala Tuntut Pemerintah Lestarikan Karst dan Terumbu Karang di Maluku

by
Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se Maluku menggelar aksi di depan Gong Perdamaian Ambon, Rabu (29/3). Foto : IAN (TERASMALUKU)

AMBON-Puluhan mahasiswa dari gabungan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se Maluku menggelar aksi damai  di depan Gong Perdamaian Ambon, Rabu (29/3). Dalam aksinya mereka menuntut Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon menjaga kawasan Karst dan Terumbu Karang baik di wilayah Kota Ambon maupun Provinsi Maluku.

“Kita menuntut pemerintah agar dapat melestarikan kawasan Karst dan terumbu karang yang ada di Maluku,” kata koordinator aksi, Abimanu saat membacakan tuntutan mereka.

Ia menyatakan, kawasan karst dan terumbu karang harus dilindungi karena memiliki potensi dan manfaat yang sangat penting bagi ekosistem manusia. Potensi itu antara lain sebagai daerah tangkapan dan penampung air, habitat berbagai satwa khas dan unik dengan berbagai perannya bagi ekosistem manusia serta sebagai lokasi wisata alam. “Saat ini kawasan karst terancam hilang  diakibatkan oleh penambangan marmer, semen, fosfat, hingga guano,” kata Abimanu.

Menurut Abimanu, 25 persen kawasan permukaan bumi merupakan kawasan karst, sehingga kehidupan dunia tergantung pada kawasan ini. Keunikan kawasan karst itu sendiri terletak pada fenomena melimpahnya air bawah permukaan yang membentuk jaringan sungai bawah tanah.

Menurutnya, berbagai permasalahan yang muncul utamanya disebabkan oleh kurang tersedianya air terutama pada musim kemarau. Untuk itu, Mapala se Maluku juga menuntut pemerintah agar mempertegas membuat daerah resapan air, pengerukan material, dan perbaikan talud pada bantaran sungai di wilayah Maluku khususnya Kota Ambon.

“Selain itu juga kita menuntut keterbukaan pemerintah mengenai perizinan pembangunan pada kawasan Mangrove Lateri,” tandasnya. Aksi tersebut sempat dibubarkan oleh pihak kepolisian. Namun setelah melakukan koordinasi,  akhirnya pihak kepolisian mengizinkan pendemo untuk menyampaikan tuntutan dalam aksi tersebut. (IAN)