Masyarakat Enggan Datang Ke Puskesmas Takut Tertular Covid-19

by
Wendy Pelupessy. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON – Kunjungan masyarakat ke puskesmas selama pandemi menurun. Keengganan itu tak lain lantaran masyarakat takut tertular virus covid-19 saat datang berobat di fasiliteas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, menyatakan hal tersebut. Dari rekap data yang dia terima, tingkat kunjungan menurun drastis.

“Selama Covid kunjungan ke puskesmas menurun. Karena memang masyarakat masih enggan atau takut. Apalagi hoaks yang beredar kalau ke puskesmas nanti dirapid dan hasilnya reaktif, ” kata dia, kepada wartawan, dia Balai Kota.

Kabar hoaks seputar virus corona yang kadung tersebar membuat masyarakat takut datang ke faskes tingkat satu itu. Jika dihitung dalam persentase, kunjungan orang ke puskesmas turun berkisar antara 30 sampai 40 persen. sementara pada hari biasa sebeum ada pandemic, kunjungan pasien ke puskesmas tercatat mencapai 200 persen.

“Puskesmas Tiahahu yang satu hari bisa sampai dua ratusan pasien, sekarang cuman 70, kadang juga 80. Tidak sampai seratus lagi. Seratus sampai terkecuali hanya hari Senin. Itupun hari berikutnya tidak lagi, ” sebut dia.

Loading...

Berdasar pantauan tenaga kesehatan di lapangan, kunjungan pasien ke puskesmas hanyalah untuk melakukan tes cepat atau rapid test. Sementara untuk berobat seperti sakit ringan dan pemeriksaan tidak. Pemerintah Kota Ambon memang membuka layanan tes cepat di puskesmas secara gratis kepada masyarakat. Terutama bagi mereka yang ingin bepergian keluar Kota Ambon.

Menurut Wendy, pihaknya telah mengembangkan sistem layanan telepon. Masyarakat yang ingin berobat dan mendapat resep dari dokter tinggal berkonsultasi via telepon. Obat akan dikirim ke rumah.

“Misalnya pelayanan obat bagi pasien dengan comorbid atau penyakit penyerta. Dan itu bisa melalui telepon, setelah itu, petugas antar, atau ojek yang datang ambil di puskesmas, ” ujar dia.

Kalaupun harus datang ke puskesmas, pihaknya telah membuat jalur khusus sesuai gejala yang diderita. Misalnya ada gejala panas turun melebih normal atau gejala inflensa diberikan jalur sendiri. Puskesmas di Ambon akan memberlakukan pemisahan jalur tersebut, guna menghindari tingkat penularan Covid-19. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *