Masyarakat Mulai Resah, Gugus Tugas Covid-19 MBD Minta Percepat Pemeriksaan Swab Penumpang Dari Ambon

by
KM. Sabuk Nusantara 34 berpenumpang ratusan orang berlabu di Teluk Saumlaki. Kapal dilarang sandar karena seorang penumpang positif covid-19. FOTO : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai resah atas pemeriksaan spesimen swab warga MBD yang menjadi penumpang KM. Sabuk Nusantara 34. Kapal tersebut kini sudah menurunkan penumpang di sejumlah pelabuhan wilayah MBD.

BACA JUGA : HASIL Swab Penumpang KM. Sabuk Nusantara 34, 16 Orang Positif Covid-19

Diketahui  236 spesimen swab penumpang KM. Sabuk Nusantara 34 termasuk tujuan MBD tengah diperiksa di Ambon apakah bebas atau positif covid-19.  Langkah ini dilakukan menyusul seorang penumpang yang naik dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tubuna Saumlaki dinyatakan positif covid-19. Kapal sempat dilarang sandar di Pelabuhan Yos Sudarso Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) meminta agar proses pemeriksaan spesimen swab penumpang KM. Sabuk Nusantara 34 yang dilakukan di Ambon bisa dipercepat agar diketahui hasilnya.

“Nanti teman-teman wartawan tolong dorong agar dipercepat pemeriksaan hasil swab karena masyarakat sudah resah bertanya-tanya,”ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Alfons Siamiloy saat dikonfirmasi via seluler Selasa (8/9/2020).

Siamiloy mengatakan warga MBD yang berada di KM. Sabuk Nusantara 34 berjumlah 103 orang dari total 248 penumpang yang naik dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon 24 Agustus 2020.

Awalnya kata Siamiloy, pihak Gustu Covid-19 MBD meminta agar warga MBD yang menjadi penumpang KM. Sabuk Nusantara 34 ditahan di Kota Saumlaki. Hanya saja, pihak Syahbandar Saumlaki mengatakan tidak ada dasar alasan untuk menahan kapal di Saumlaki.

Loading...

Akhirnya, KM. Sabuk Nusantara 34 melanjutkan perjalanan ke MBD pada Senin 7 September malam. Menurutnya, Selasa (8/9/2020) pagi kapal sudah masuk Kroing, wilayah MBD dan menurunkan 3 orang penumpang. Sementara di Marsela,  2 orang penumpang sudah turun, Lakor 2 penumpang, Tepa 5 penumpang dan Lermatang 2 orang.

“Ini kita sudah perintahkan gugus tugas kecamatan menangani mereka (penumpang) dengan cara lakukan karantina terpusat untuk pisahkan mereka, sambil menunggu hasil pemeriksaan swab dari Ambon. Lusa (Kamis) tiba di Moa, Ibukota MBD, juga akan kita lakukan karantina terpusat (bagi penumpang) sambil tunggu hasil swab,”terangnya.

Ia mengatakan jika hasil swab negatif, maka penumpang akan ditahan dulu selama lima sampai tujuh hari untuk selanjutnya diperiksa secara rapid diagnostic test, guna memastikan apakah sehat atau tidak. ” Kalau tidak reaktif, maka langsung dipulangkan,”sambungnya.

Sementara jika hasil pemeriksaan swab positif, maka penumpang akan dibawa ke Moa untuk dikarantina secara terpusat. Begitu juga dengan penumpang yang sudah turun di pulau-pulau sebelumnya di kawasan MBD, akan dibawa ke Moa untuk karantina terpusat.

“Nanti di kapal yang dari arah timur kita minta siapkan satu ruangan kamar untuk isolasi mereka sampai mereka turun di Moa agar dirawat secara terpusat di Moa,”imbuhnya.

Kekinian, hasıl pemeriksaan pesimen swab, sebagian penumpang KM. Sabuk Nusantara 34 positif civid-19. Namun belum diketahui pasti apakah ada warga MBD penumpang kapal yang positif covid-19. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *